Daerah  

Satu Tahun Kepemimpinan Haji Aep Syaepuloh : Karawang Maju Kencang dengan Fokus Kesejahteraan Masyarakat

Bupati Karawang H.Aep Syaepuloh meninjau perbaikan jalan Karawang.

KARAWANG – Komitmen Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, untuk membangun daerah kelahirannya tidak hanya sebatas janji kampanye. Sejak dilantik satu tahun silam, Aep bersama Wakil Bupati Maslani langsung bergerak cepat – atau yang mereka sebut dengan gaya gaspol – untuk mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Karawang sebagai wujud konkrit dari visi dan misi yang akan mereka jalankan dalam lima tahun ke depan.

Setiap langkah yang diambil dalam tahun pertama kepemimpinannya tidak luput dari fokus utama: memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh. Sektor pendidikan, kesehatan, dan pertanian menjadi tiga pilar utama yang menjadi prioritas utama, dengan keyakinan bahwa kemajuan di ketiga sektor tersebut akan membawa dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat Karawang.

PENDIDIKAN: PERBAIKAN INFRASTRUKTUR BERJENJANG DENGAN ANGGARAN RATUSAN MILYAR

Dalam pertemuan di ruang kerjanya pada Senin (26/1/2026), Aep menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah daerah mengambil dua pendekatan utama: pembangunan infrastruktur dan penyusunan kebijakan yang mendukung.

“Infrastruktur pendidikan, kesehatan, juga jalur ekonomi masyarakat perlu diperbaiki secara menyeluruh. Sementara peningkatan hasil pertanian harus ditempuh melalui kebijakan yang benar-benar mendukung sektor tersebut, karena pertanian adalah tulang punggung ekonomi banyak masyarakat di Karawang,” jelas Aep dengan tegas.

Dalam sektor pendidikan, program perbaikan infrastruktur telah dimulai secara bertahap dari wilayah Karawang Utara yang mencakup lima kecamatan strategis: Batujaya, Tirtajaya, Pedes, Cibuaya, dan Pakisjaya. Untuk wilayah ini saja, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 80 miliar pada tahun 2025, yang digunakan untuk renovasi gedung sekolah, penambahan fasilitas pembelajaran, serta perbaikan lingkungan sekolah agar lebih kondusif bagi proses belajar mengajar.

Tak berhenti di situ, untuk wilayah selanjutnya yang mencakup Kecamatan Rengasdengklok, Kutawaluya, Rawamerta, Cilebar, dan Jayakerta, telah disiapkan anggaran yang lebih besar, yaitu sebesar Rp 90 miliar. Rencana ini akan dilaksanakan secara berjenjang, sehingga setelah wilayah utara selesai, perbaikan akan segera merambah ke kecamatan-kecamatan lain di Karawang yang belum mendapatkan perhatian renovasi infrastruktur pendidikan.

“Kami tidak ingin ada kesenjangan dalam akses pendidikan hanya karena faktor infrastruktur. Setiap anak di Karawang berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan,” tambah Aep saat ditemui kembali pada hari berikutnya (27/1/2026).

KESEHATAN: CAPAIAN UHC 100,25% DAN PERBAIKAN FASILITAS BERKELANJUTAN

Di sektor kesehatan, prestasi yang membanggakan berhasil diraih pada tahun 2025. Pemerintah Kabupaten Karawang berhasil merampungkan dua proyek penting: pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok dan penyelesaian pembangunan lantai dasar Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Karawang. Kedua proyek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Karawang dan sekitarnya.

“Di tahun 2026 ini, akibat adanya kebijakan pengurangan Tunjangan Khusus Daerah (TKD), kami melakukan penyesuaian strategi dengan mengalihkan fokus pembangunan infrastruktur kesehatan ke sejumlah Puskesmas yang berada di pelosok daerah. Hal ini bertujuan agar pelayanan kesehatan bisa lebih menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari rumah sakit besar,” papar Aep lebih lanjut.

Yang tak kalah membanggakan adalah capaian Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Karawang sepanjang tahun 2025 yang mencapai angka 100,25 persen dari total penduduk sebanyak 2.269.594 jiwa. Angka ini bukan hanya sebuah angka statistik, melainkan bukti nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat Karawang.

Untuk mendukung program UHC tersebut, pada tahun 2025 pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 220 miliar. Bahkan meskipun menghadapi kondisi pengurangan TKD, pada tahun 2026 Pemkab Karawang tetap berani meningkatkan anggaran untuk UHC menjadi Rp 290 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa prioritas pada kesehatan masyarakat tidak akan pernah dikorbankan meskipun dalam kondisi apapun.

EKONOMI DAN INFRASTRUKTUR: JALAN, JEMBATAN, DAN UNDERPASS UNTUK KEMAJUAN

Untuk meningkatkan roda perekonomian masyarakat, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada sektor utama, namun juga pada infrastruktur pendukung yang menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang. Pada tahun 2025, sejumlah ruas jalan dan jembatan penting berhasil ditingkatkan dan dibangun, dengan fokus pada ruas jalan yang menjadi tanggung jawab kabupaten.

Di antaranya adalah ruas jalan Johar-Krasak, Krasak-Cikalong, Tanjungpura-Rengasdengklok, serta beberapa ruas jalan lain yang menjadi akses penting bagi masyarakat dan pelaku usaha. Pembangunan dan perbaikan jalan ini tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, namun juga mempercepat distribusi hasil produksi lokal ke pasar yang lebih luas.

Salah satu proyek infrastruktur yang menjadi kebanggaan masyarakat adalah pembangunan Jembatan Ciselang, yang berfungsi sebagai penghubung antara area persawahan yang luas di bagian pedesaan dengan wilayah perkotaan dan kawasan industri. Dengan rampungnya jembatan ini, distribusi hasil pertanian seperti beras, sayuran, dan buah-buahan menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga mampu meningkatkan nilai jual produk pertanian lokal karena kualitasnya tetap terjaga saat sampai ke konsumen.

Tak hanya itu, untuk mengatasi masalah kemacetan yang kerap terjadi di wilayah kota Karawang, Aep juga telah meresmikan penggunaan underpass Gonggo yang menghubungkan Jalan Soerotokunto dengan zona dan kawasan industri di daerah tersebut. Proyek ini memberikan manfaat besar bagi ribuan pekerja yang setiap hari harus melakukan perjalanan bolak-balik antara tempat tinggal dan kawasan kerja, sehingga tidak lagi terjebak dalam kemacetan yang menghabiskan waktu dan energi.

Di wilayah perkotaan lainnya, dalam tahun pertama kepemimpinannya, Aep juga berhasil menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Di antaranya adalah peningkatan Jalan Tuparev yang tidak hanya diperlebar namun juga dibuat lebih estetik dengan penambahan taman dan fasilitas umum. Selain itu, juga dilakukan pembenahan Stadion Singaperbangsa dan Gedung Olahraga Rakyat (GOR) Panatayudha hingga menjadi lebih representatif dan mampu menjadi tuan rumah berbagai acara olahraga tingkat daerah maupun nasional. Pemerintah daerah juga tidak melupakan pentingnya ruang terbuka hijau dengan melakukan penataan ulang beberapa kawasan hijau di pusat kota, sehingga masyarakat memiliki tempat yang nyaman untuk beraktivitas dan bersantai.

PERTANIAN: KEBIJAKAN PRO PETANI DAN PENGHARGAAN DARI PRESIDEN

Bupati Karawang H.Aep Syaepuloh pastikan ketanganan pangan aman di Karawang.

Sebagai daerah yang memiliki lahan pertanian yang luas, sektor pertanian menjadi fokus khusus dalam kepemimpinan Aep Syaepuloh. Pemerintah Kabupaten Karawang menerapkan berbagai kebijakan yang jelas-jelas pro petani, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dan menjaga kelestarian sektor pertanian sebagai bagian penting dari identitas Karawang.

Salah satu kebijakan yang paling dinantikan petani adalah pembebasan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi petani yang memiliki lahan sawah seluas tidak lebih dari 3 hektare. Kebijakan ini memberikan beban ekonomi yang lebih ringan bagi para petani kecil yang merupakan mayoritas di Karawang.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran khusus untuk membayar premi asuransi pertanian bagi para petani. Hal ini memberikan jaminan keamanan ekonomi bagi petani yang seringkali menghadapi risiko gagal panen (puso) akibat faktor alam seperti bencana cuaca atau serangan hama dan penyakit tanaman.

“Para petani yang mengalami puso alias gagal panen akibat bencana atau hama bisa mendapatkan ganti rugi melalui asuransi ini. Dengan demikian, mereka tidak perlu khawatir kehilangan seluruh hasil jerih payahnya dan masih memiliki modal untuk menanam kembali pada musim berikutnya,” jelas Aep.

Tak hanya itu, untuk menjamin masa depan sektor pertanian, pada tahun 2025 Pemkab Karawang juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 25 miliar khusus untuk beasiswa bagi anak petani kurang mampu yang berprestasi, dengan tujuan agar mereka bisa melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Sarjana Pertanian. Beasiswa ini diberikan secara merata, dengan satu kuota anak petani dari setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang.

“Kami ingin anak-anak Karawang tidak melupakan akar mereka sebagai putra-putri petani dan juga tidak melupakan pentingnya sektor pertanian bagi kehidupan bangsa. Harus ada di antara mereka yang berhasil meraih gelar Sarjana Pertanian dan kembali berkontribusi untuk kemajuan sektor pertanian di daerahnya sendiri. Dalam hal ini kami telah bekerja sama erat dengan pihak Universitas Negeri Singaperbangsa Karawang untuk menyelenggarakan program beasiswa ini,” ujar Aep dengan penuh harapan.

Pengabdian dan dedikasi Aep terhadap kemajuan sektor pertanian di Karawang tidak luput dari perhatian pemerintah pusat. Pada Rabu (7/1/2026), dalam acara Penan Raya yang diselenggarakan di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Aep menerima penghargaan Setya Lencana Wira Karya langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi yang diberikan dalam memajukan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.

Bagi Aep, anugerah tersebut bukan hanya sebuah penghargaan pribadi, melainkan juga menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk lebih giat bekerja melayani masyarakat. Menurutnya, tujuan utama dari seluruh upaya yang dilakukan adalah untuk menyejahterakan masyarakat Karawang, tanpa ada embel-embel kepentingan politik apapun.

“Saya bukan manusia sempurna, tentu saja ada kekurangan dan hal-hal yang belum sempurna saat memimpin Kabupaten Karawang ini. Tapi saya dan seluruh tim pemerintah daerah akan terus berusaha menjadi lebih baik dalam menjalankan amanah yang diberikan oleh masyarakat. Kami akan terus berjalan dengan langkah yang mantap untuk membawa Karawang menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera,” ucapnya dengan nada merendah namun penuh tekad.

Dengan berbagai prestasi dan program yang telah diwujudkan dalam satu tahun pertama kepemimpinannya, tampaknya komitmen Aep Syaepuloh untuk membangun Karawang menjadi daerah yang lebih baik bukan hanya sekadar janji, melainkan sebuah perjalanan yang terus berlanjut dengan penuh semangat dan dedikasi bagi kesejahteraan seluruh masyarakatnya.(rls/)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *