Ketua Pansus Raperda SPAM, Ahmad Sopyan Junaedi Putra
KARAWANG – Masa depan pasokan air bersih di Kabupaten Karawang kini menjadi sorotan utama. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang melalui Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) menggelar rapat intensif.
Rapat ini turut melibatkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtatarum sebagai pihak utama dalam penyediaan air bersih di Karawang. Pertemuan tersebut dinilai krusial mengingat tingginya kebutuhan akan pengelolaan air minum yang andal, merata, dan berkelanjutan.
Ketua Pansus Raperda SPAM, Ahmad Sopyan Junaedi Putra menyampaikan bahwa pembentukan regulasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk menjamin hak dasar masyarakat terhadap air bersih.
“Rapat Pansus ini menunjukkan komitmen DPRD untuk memastikan setiap warga Karawang mendapatkan akses air bersih yang layak,” ujar Sopyan, yang juga dikenal sebagai anggota dewan termuda dari Fraksi PKS.
Lebih lanjut, Sopyan menegaskan bahwa Raperda SPAM harus menjadi instrumen yang efektif dalam mengatasi beragam tantangan, mulai dari infrastruktur, kualitas air, hingga efisiensi pengelolaan.
“Kita ingin Raperda ini bukan hanya sekadar aturan, tetapi juga menjadi fondasi dalam memperkuat sistem penyediaan air minum, baik dari sisi teknis maupun pelayanan,” tambahnya.
PDAM Tirtatarum diminta berperan aktif dalam proses pembahasan dengan memberikan masukan strategis berdasarkan kondisi dan pengalaman di lapangan.
Adapun substansi Raperda ini diperkirakan akan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari standar kualitas air, mekanisme penetapan tarif, investasi infrastruktur, hingga perlindungan terhadap sumber daya air baku yang semakin terancam.
Masyarakat Karawang pun menaruh harapan besar terhadap hasil kerja Pansus ini. Sebuah regulasi yang berpihak pada kepentingan publik dinilai menjadi pijakan kuat bagi PDAM Tirtatarum dalam memberikan layanan yang lebih baik dan terjangkau untuk semua kalangan.
“Mari kita tunggu hasil kerja Pansus ini. Semoga terbentuk wajah baru sistem penyediaan air minum di Karawang yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Sopyan.












