Pemerintah Kabupaten Bekasi mengungkap bahwa tingkat pengangguran di Kabupaten Bekasi berada di angka 8,81 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dibanding pengangguran di tingkat nasional (4 persen) dan provinsi Jawa Barat (6 persen).
“jadi masyarakat Kabupaten Bekasi berjumlah 3,2 juta orang dan tenaga kerja produktif sebanyak 2,2 juta orang, tapi yang bekerja 1,5 juta,” kata Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja di Cikarang, Jumat (11/7).
Kondisi Kabupaten Bekasi yang tingkat penganggurannya tinggi cukup ironis, mengingat, wilayah tersebut merupakan daerah dengan jumlah perusahaan paling banyak di Asia Tenggara.
“Kabupaten Bekasi merupakan kota dengan perusahaan paling banyak di Asia Tenggara (ASEAN),” ujar Asep.
Kendati demikian, Asep pun optimis dalam lima tahun jumlah pengangguran di Kabupaten Bekasi dapat sangat ditekan lewat hasil kolaborasi pemerintah dengan perusahaan-perusahaan dalam upaya menyerap tenaga kerja.
“Mudah-mudahan dalam waktu 5 tahun pengangguran di Kabupaten Bekasi bisa ditekan hingga 3 persen,” ujar Asep. (dpr)












