KARAWANG – Sebanyak 12.800 peserta memadati kawasan Jalan Ahmad Yani, Karawang, dalam kegiatan NasDem Run for Change yang digelar Minggu (8/11/2026). Ajang lari dengan tiga kategori, yakni 5 kilometer, 10 kilometer, dan 21 kilometer tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai NasDem.
Kegiatan yang mengambil titik awal di sekitar Jalan Ahmad Yani, dekat kompleks Pemerintah Kabupaten Karawang, dan berakhir di Lapangan Karangpawitan?
Antusiasme ribuan peserta dari berbagai kalangan mendapat apresiasi langsung dari Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Menurutnya, kehadiran masyarakat yang tidak hanya berasal dari kader maupun simpatisan partai menunjukkan bahwa kegiatan olahraga mampu menjadi ruang perjumpaan dan kebersamaan lintas kelompok.
Surya mengaku bersyukur melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai semangat yang ditunjukkan peserta menjadi gambaran bahwa energi positif di tengah masyarakat masih tumbuh.
“Saya bersyukur dan sangat bersuka hati karena pagi hari ini kita bisa melihat dan merasakan bersama betapa besar antusiasme berbagai kalangan masyarakat. Tidak hanya terbatas bagi para kader NasDem,” kata Surya Paloh.
Ia berpandangan, aktivitas positif seperti olahraga memiliki arti penting di tengah berbagai persoalan dan tantangan bangsa. Suasana gembira, interaksi antarmasyarakat, serta semangat untuk bergerak bersama dinilai dapat membangun optimisme.
Surya bahkan menyebut partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut sebagai salah satu indikator bahwa masyarakat masih memiliki semangat untuk melakukan aktivitas produktif.
“Kalau masyarakat kita dalam keadaan lesu dan lemas, tidak ada semangat, itu justru lebih kacau. Ini salah satu aktivitas yang bisa memberikan parameter bagi kita semuanya,” ujarnya.
Dorong Kesadaran Hidup Sehat
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menjelaskan bahwa NasDem Run for Change tidak semata-mata diselenggarakan untuk memeriahkan ulang tahun partai. Lebih dari itu, kegiatan tersebut membawa pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga secara rutin.
Menurut Saan, olahraga lari dapat menjadi salah satu langkah preventif untuk mengurangi risiko penyakit degeneratif yang berkaitan dengan pola hidup tidak sehat, seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung.
Ia menilai upaya pencegahan melalui perubahan gaya hidup perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat.
“Upaya untuk mencegah itu jauh lebih baik. Terutama terkait berbagai penyakit degeneratif yang disebabkan gaya hidup,” kata Saan.
Selain mengampanyekan pola hidup sehat, ajang tersebut juga diharapkan menjadi wadah bagi komunitas dan atlet lari untuk mengembangkan kemampuan. Kesempatan mengikuti kompetisi dinilai penting, terutama bagi atlet usia dini yang membutuhkan pengalaman bertanding.
Saan melihat potensi olahraga lari di berbagai daerah terus berkembang. Karena itu, semakin banyak kegiatan kompetitif yang diselenggarakan, semakin terbuka pula kesempatan bagi para pelari untuk mengukur kemampuan dan meningkatkan prestasi.
“Semakin banyak kesempatan mereka ikut pertandingan seperti ini, akan semakin baik. Ini bisa memacu mereka menjadi tambah semangat,” ujarnya.
Lari sebagai Meditasi Bergerak
Saan juga turut merasakan langsung atmosfer kompetisi dengan mengikuti kategori 10 kilometer. Sebelumnya, ia melepas peserta kategori 21 kilometer.
Ia mengaku berhasil menyelesaikan jarak 10 kilometer dalam waktu satu jam tiga menit dan memperoleh medali.
Bagi Saan, berlari bukan hanya persoalan menjaga kebugaran tubuh atau mengejar catatan waktu. Aktivitas tersebut juga menjadi sarana relaksasi untuk melepaskan kepenatan dari rutinitas sehari-hari.
Ia mengutip pemikiran sastrawan Jepang Haruki Murakami yang menggambarkan lari sebagai bentuk meditasi bergerak. Dalam aktivitas tersebut, seseorang dituntut memiliki kesabaran, konsistensi, fokus, dan konsentrasi.
“Lari itu meditasi bergerak. Kita fokus, butuh kesabaran, konsistensi, dan konsentrasi. Lari juga menjadi salah satu upaya kontemplasi atau meditasi bagi masyarakat untuk menghilangkan sejenak kepenatan,” tuturnya.
Dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai kategori, NasDem Run for Change diharapkan tidak berhenti sebagai agenda olahraga dalam rangka perayaan HUT partai. Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya budaya hidup sehat, memperluas ruang interaksi masyarakat, serta membangun optimisme melalui aktivitas positif.
Partisipasi 12.800 pelari menjadi gambaran besarnya minat masyarakat terhadap kegiatan olahraga massal yang mempertemukan komunitas, atlet, dan masyarakat umum dalam satu arena.












