Menanam Harapan di Tepi Laut Desa Muarabaru untuk Masa Depan Hijau

Astra Otoparts Grup bersama masyarakat Desa Muarabaru yang tergabung dalam komunitas Cipta Pesona Desa (CPD)

Karawang— Di bawah langit biru yang cerah dan hembusan angin laut yang lembut, puluhan orang tampak berbaris rapi di tepi pesisir Pantai Desa Muarabaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Tangan-tangan mereka sibuk menanam bibit mangrove kecil berdaun hijau muda ke dalam lumpur pantai yang lembap. Sesekali terdengar tawa ringan, saling menyemangati di tengah teriknya matahari.

Di sinilah, di sudut pesisir Karawang yang jarang tersorot media, kehidupan baru sedang ditanam bukan hanya pohon, tapi juga harapan.

Hari itu, Astra Otoparts Grup bersama masyarakat Desa Muarabaru yang tergabung dalam komunitas Cipta Pesona Desa (CPD) melaksanakan kegiatan penanaman 10 ribu pohon mangrove serta melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan dermaga mangrove. Sebuah langkah nyata dalam upaya menjaga keseimbangan alam dan memberdayakan masyarakat pesisir.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen Astra Otoparts Grup dari wilayah regional Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Karawang, serta perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Wilayah CDK II, Dinas Lingkungan Hidup Karawang, Kepala Desa Muarabaru, dan tentunya warga sekitar yang antusias.

Menjaga Laut, Menjaga Kehidupan di Pesisir

M. Gama Prastowo, SESR Department Head PT Astra Otoparts Tbk, tampak bersemangat saat berbicara di depan para peserta. “Program penanaman mangrove ini bukan hal baru bagi kami. Sejak 2022, kami rutin menanam pohon di pesisir ini. Tahun ini jumlahnya sudah mencapai 10 ribu pohon,” ujarnya dengan senyum puas.

Bagi Gama, angka 10 ribu bukan sekadar statistik. Setiap batang mangrove yang ditanam adalah penjaga pantai dari abrasi, tempat berlindung bagi kepiting dan ikan kecil, serta paru-paru bagi masyarakat pesisir yang kehidupannya tak lepas dari laut.

Namun, langkah Astra Otoparts tidak berhenti di situ. “Kami juga berkontribusi dalam pelestarian satwa langka Owa Jawa di kawasan Sanggabuana, serta memiliki program adopsi tanaman endemik,” tambahnya.
Baginya, pelestarian alam bukan proyek sementara — melainkan warisan jangka panjang bagi generasi mendatang.

Menanam mangrove sama seperti menanam masa depan,” ujar Gama sebelum meninggalkan lokasi.

Kampung Berseri Astra: Dari Lingkungan ke Kesejahteraan

Di sisi lain, Daryono, Koordinator CSR Regional Karawang Astra Otoparts Grup, menegaskan bahwa kegiatan di Muarabaru merupakan bagian dari program besar Kampung Berseri Astra (KBA).

“KBA adalah program berbasis komunitas yang memiliki empat pilar utama: kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan,” jelasnya.

Melalui program ini, Astra Otoparts tidak hanya menanam pohon, tapi juga menanam pengetahuan dan kemandirian. “Kami telah menyediakan penampungan air hujan, alat pembuat biopori, serta bantuan alat tulis untuk SDN Muarabaru II,” tutur Daryono.

Kehadiran program ini membawa warna baru bagi warga Muarabaru. Kini, anak-anak sekolah tak lagi kesulitan mendapatkan alat belajar, dan para ibu rumah tangga mulai terlibat dalam kegiatan kewirausahaan berbasis lingkungan.

“Program ini bukan sekadar CSR di atas kertas,” tegas Daryono, “tapi bentuk nyata kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat. Kami ingin masyarakat bisa mandiri, sekaligus menjaga alam yang menjadi sumber kehidupan mereka.”

Komunitas Cipta Pesona dan Semangat Warga Pesisir

Bagi Toni Mangrove, Ketua Komunitas Cipta Pesona Desa, hari itu adalah momen yang penuh makna. Wajahnya berseri saat melihat hamparan bibit mangrove yang tertanam rapi di sepanjang pesisir.

“Kami sangat berterima kasih atas kontribusi nyata Astra Otoparts. Selama ini, kami berjuang menjaga mangrove agar tak hilang, tapi keterbatasan alat dan dana sering jadi kendala. Sekarang, kami tak lagi sendiri,” ujarnya dengan mata berbinar.

Toni sudah hampir satu dekade terlibat dalam upaya konservasi mangrove. Ia tahu betul betapa pentingnya pohon-pohon itu bagi kelangsungan hidup warga pesisir. Mangrove bukan hanya pelindung dari abrasi, tapi juga sumber ekonomi — dari ekowisata, hasil laut, hingga bibit pohon yang bernilai jual.

Pembangunan dermaga mangrove yang baru saja diinisiasi Astra Otoparts juga menjadi angin segar bagi komunitasnya. “Dermaga ini sangat membantu kami dalam mengelola kawasan konservasi. Kelak, bisa jadi pintu masuk bagi wisata edukatif mangrove. Kami ingin anak-anak sekolah, wisatawan, dan siapa pun bisa datang belajar tentang pentingnya menjaga alam,” kata Toni penuh harap.

Astra Otoparts dan mangrove Penuh Harapan

Saat sore tiba, langit Muarabaru berwarna jingga keemasan. Di kejauhan, siluet para relawan masih terlihat menancapkan bibit terakhir. Angin laut berhembus lembut, seolah membawa pesan tentang kehidupan baru yang akan tumbuh di pesisir ini.

Kegiatan sederhana itu sesungguhnya menyimpan makna besar: bahwa pelestarian alam tak bisa dilakukan sendirian. Butuh kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat — seperti yang terjalin hari itu.

Mangrove-mangrove kecil yang kini tertanam mungkin baru setinggi lutut. Tapi kelak, mereka akan menjulang, menahan ombak, menjadi rumah bagi ribuan biota laut, dan bukti bahwa manusia masih bisa bersahabat dengan alam.

Dan di Muarabaru, masa depan itu kini mulai tumbuh — satu pohon, satu harapan, satu kehidupan pada satu waktu,tutup Toni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *