Gathering bersama Asosiasi HRD & GA Karawang (ASOKA) di Function Hall Lantai 8 RS Lira Medika Karawang, Jumat (30/1/2026).
KARAWANG – RS Lira Medika Karawang terus memperkuat perannya sebagai pusat rujukan penanganan penyakit jantung dan stroke di wilayah Karawang dan sekitarnya. Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan Asosiasi HRD & GA Karawang (ASOKA) bertajuk “Melanjutkan Kebersamaan untuk ASOKA yang Lebih Sehat” yang digelar di Function Hall Lantai 8 RS Lira Medika Karawang, Jumat (30/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, dokter spesialis jantung
RS Lira Medika Karawang, dr. Hervin Ramadhani, Sp.JP, FIHA, memaparkan pentingnya sistem penanganan terpadu dalam menangani kasus penyakit jantung, khususnya serangan jantung dan henti jantung mendadak.
“Tetapi yang terpenting adalah sistemnya. Karena kita kan sudah satu dekade ini menangani penyakit jantung. Jadi sistem itu sangat penting, selain teknologi,” ujar dr. Hervin.
Ia menjelaskan bahwa sistem penanganan yang diterapkan meliputi deteksi dini, penanganan awal di unit gawat darurat, penentuan kondisi kegawatan, hingga kecepatan tindakan dan perawatan pascatindakan.
“Jadi kita deteksi dini, kemudian penanganan awal di UGD, kemudian memastikan apakah ini suatu kegawatan atau bukan, kemudian kecepatan penanganan dan perawatan pasca tindakan, seperti rehabilitasi,” jelasnya.
Menurut dr. Hervin, sistem tersebut dibangun melalui proses panjang dan mengacu pada standar penanganan yang telah terbukti memberikan hasil yang baik.
Menanggapi pertanyaan media terkait maraknya kasus kematian mendadak atau henti jantung, termasuk pada usia muda, dr. Hervin menyebutkan bahwa insiden serangan jantung pada usia muda memang nyata terjadi.
“Dari literatur sampai 10 persen, jadi kira-kira sekitar itu insiden serangan jantung di usia muda,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun tidak memiliki data spesifik Karawang secara rinci, angka tersebut relatif tidak jauh berbeda dengan data di rumah sakit maupun literatur internasional.
“Kematian mendadak itu memang tidak hanya disebabkan oleh masalah penyumbatan pembuluh darah, tetapi juga oleh gangguan irama jantung yang mengancam,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa sebagian besar kasus masih berkaitan dengan penyumbatan pembuluh darah.
“Tetapi 90 persen diakibatkan oleh sumbatan pembuluh darah yang tiba-tiba,” tegasnya.
dr. Hervin juga menyoroti tiga faktor utama yang kerap menyebabkan keterlambatan penanganan, yakni faktor risiko yang tidak dikenali, gejala awal yang diabaikan karena dianggap masuk angin, serta pengabaian waktu penanganan.
“Karena kalau sudah kena serangan jantung, itu harus ditangani dengan secepatnya, sesegera mungkin. Jadi jangan lagi menunda ketika kita ragu-ragu, lebih baik kita pastikan datang ke rumah sakit,” katanya.
Sementara itu, dokter spesialis bedah saraf RS Lira Medika Karawang, dr. Ismail Baselim, Sp.BS, F-NTB, FINS, FICS, menjelaskan bahwa penyakit saraf, termasuk stroke, sering kali datang tanpa gejala yang jelas di awal.
Ia menekankan bahwa kecepatan penanganan menjadi faktor penentu dalam mencegah kecacatan maupun kematian akibat stroke.
Melalui pemaparan para dokter spesialis tersebut, RS Lira Medika Karawang menegaskan kesiapan layanan jantung dan stroke yang ditopang oleh sistem terintegrasi, tenaga medis berpengalaman, serta fasilitas penunjang yang memadai.
Dengan pendekatan “Cepat, Ahli, Terpercaya”, RS Lira Medika Karawang terus mengembangkan layanan sebagai pusat rujukan jantung dan stroke, sekaligus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pekerja, akan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat penyakit kardiovaskular dan neurologis.












