Foto:Ketua Umum LSM SNIPER, Gunawan
Kabupaten Bekasi — Dialog dua arah antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam hal ini Plt Bupati beserta Jajarannya dan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus dinilai menjadi langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Dalam forum tersebut, pemerintah daerah membuka ruang komunikasi yang lebih luas dan interaktif, sehingga mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi, kritik, serta gagasan secara langsung kepada pemangku kebijakan.
Ketua Umum LSM SNIPER, Gunawan, menyambut positif dan menyampaikan bahwa pendekatan dialogis ini merupakan perubahan positif dari pola komunikasi yang sebelumnya cenderung kaku dan satu arah.
“Dialog dua arah antara pemerintah Kabupaten Bekasi dan mahasiswa Cipayung Plus merupakan langkah strategis dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Pendekatan ini mengubah komunikasi yang kaku menjadi lebih interaktif, efektif, dan partisipatif,” ujar Gunawan.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam proses diskusi kebijakan tidak hanya memperkuat transparansi, tetapi juga meningkatkan kualitas pengambilan keputusan karena mempertimbangkan perspektif publik, khususnya generasi muda.
Ia juga menambahkan bahwa forum semacam ini perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tidak berhenti pada seremoni semata.
“Yang terpenting adalah konsistensi. Dialog seperti ini harus terus dibangun agar tercipta kepercayaan publik dan kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.
Melalui dialog ini, diharapkan terjalin hubungan yang lebih konstruktif antara pemerintah daerah dan mahasiswa, serta mampu mendorong terciptanya kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.












