Ditunggak Rp.700 Juta Lebih, Subkontraktor Ancam Bongkar Pintu Air Cipayung

0
92

BeritaNet.com | Kabupaten Bekasi. Sejumlah banner terpampang di pintu Air di wilayah kampung rancaiga dan kampung buni herang, desa cipayung, kecamatan cikarang timur, kabupaten bekasi. (Kamis, 16/06/2022).

Banner yang bertuliskan “Pintu air ini akan dibongkar dikarenakan belum ada pelunasan tagihan dari PT IDK dan BBWSC” yang dipasang oleh pihak Subkontraktor berkaitan dengan adanya tunggakan yang belum di lunasi oleh pihak kontraktor.

Hal itu dijelaskan oleh Rosa selaku perwakilan PT. Elgio (subkontraktor), saat diwawancara di lokasi pemasangan bannner. Ia menjelaskan bahwa perusahaannya belum mendapatkan bayaran atas kegiatan yang telah diselesaikan.

“Perusahaan kita ditunggak Rp.700 Juta, hingga saat ini belum dibayar kita sudah menanti selama 6 bulan namun tak kunjung juga ada pembayaran”. Jelasnya

Rosa juga sangat menyayangkan atas kurangnya respon dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai Citarum Jawa Barat yang sampai saat ini belum membantu mepasilitasi permasalahan ini. “Sebelumnya kita sudah minta kepada BBWSC agar tidak melakukan pencarian terlebih dahulu dikarenakan PT. IDK masih memiliki tunggakan kepada kami selaku Subkontraktor, namun pencairan masih dilakukan yang seharusnya perusahaan PT. IDK tidak dapat melakukan pencarian dikarenakan masih memiliki tunggakan”. Ucapnya

Ia juga menjelaskan bahwa pembongkaran pintu air ini akan di lakukan dalam waktu tiga hari setelah banner ini di pasang. “Jika dalam waktu 3 hari belum juga ada pembayaran maka dengan berat hati kami harus membongkar ini (pintu air), sebelum diserahterimakan kepada pihak BBWSC artinya pintu air ini masih hak kita, ditambah ini belum dibayar”. Terangnya

Ditempat yang sama Andi Betot tokoh pemuda desa cipayung yang juga sebagai wakil ketua karang taruna desa cipayung melarang apabila pintu air tersebut dibongkar. “Kita masyarakat tidak tahu menahu perihal polemik yang terjadi di internal mereka, apapun yang terjadi kita akan tetap mempertahankan pintu air ini karena apabila sampai terjadi pembongkaran pintu air ini tentu kami masyarakat yang akan mendapatkan dampak dan menjadi korban, ini pintu air sangat vital bagi persawahan diwilayah Cikarang Timur”. Paparnya.

Andi juga berharap polemik ini dapat segera terselesaikan oleh pihak yang bersangkutan. “Kita berharap peran pelaksanaan kegiatan dalam hal ini BBWSC Jawa Barat dapat segera menyelesaikan polemik ini, agar tidak timbul kekhawatiran dari masyarakat”. Tutupnya

Untuk diketahui kegiatan Rehabilitasi SS Gedunggede yang dilaksanakan oleh pihak PT IDK pada tahun anggaran 2021, bernilai kontrak sebesar Rp. 14.747.351,00. (Dyk)