Proyek Pemerintah Pusat TPST di Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat Diduga Mangkrak

0
49

Karawang, Beritanet – Pelaksanaan pembangunan proyek Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) program ISWMP (Improvement of Solid Waste Management to Support Regional Area and Metropolitan Cities) dari Pemerintah pusat, di Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, diduga mangkrak.

Imbasnya, uang hibah dari Bank Dunia yang digelontorkan untuk pekerjaan tersebut terancam sia-sia alias mubazir karena sampai saat ini belum jelas kapan pembangunanya dituntaskan.

Menurut data yang diperoleh Beritanet.com, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Barat, proyek TPST tersebut menelan anggaran Rp 4.755.854.563,74.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Osa Putra Batom dengan nomor kontrak HK.02.03-CB 12.4.2/540. Pelaksaan TSPT itu dimulai dari 11 Juni 2021 hingga 7 Desember 2021 (180 hari). Namun hingga kini proyek tersebut belum tuntas.

Tokoh pemuda setempat, Jaka Indrayana atau yang biasa disapa Irung, mengaku sangat menyangkan mangkraknya proyek TPST.

Dirinya merasa janggal proyek dengan nilai anggaran begitu fantastis dan memakan waktu sampai hampir satu tahun lebih, tetapi tidak kelar-kelar.

“Bahkan saya mendengar sampai meninggalkan catatan hutang di warung kecil di depan proyek tersebut dan hal tersebut jelas sangat merugikan,” ujarnya, Senin (6/6).

Ia pun mendesak kepada dinas terkait termasuk aparat penegak hukum (APH) agar melakukan sidak ke lapangan. Ia mencium ada aroma semacam dugaan tindak pidana korupsi.

“Kalau dikerjakan dengan baik, pastinya hasilnya juga akan baik, bukan seperti ini mangkrak,” tegasnya.

Terpisah, saat di konfirmasi melalui pesan Whatsappnya, mengenai mangkraknya proyek, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, mengaku kurang memahami teknis dilapangan, pasalnya, kapasitas DLHK hanya sebagai penyedia layanan dan dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kami Pemerintah Daerah hanya menyediakan tanah, adapun pembangunan, lelang semuanya dari program ISWMP/Bank dunia,” singkatnya. (red)