Puteri Komarudin Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Karawang

0
94

KARAWANG- Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Komarudin mensosialisasikan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, di Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Empat pilar tersebut telah menjadi sejarah perjalanan bangsa Indonesia, dan menjadi komitmen kebangsaan yang harus terus ditingkatkan.

“Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab untuk kembali mengingatkan apa itu empat pilar beserta nilai-nilainya. Tujuannya agar justru tidak terlupakan di tengah pesatnya perkembangan era digitalisasi,” ungkap Puteri

Puteri Komarudin merupakan anggota DPR periode 2019-2024, maju dari daerah pemilihan Jawa Barat VII melanjutkan dihadapan para peserta mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang dihadapkan pada berbagai tantangan bangsa, yakni masalah kemiskinan, ketimpangan, intoleransi, rasisme, hingga korupsi. Untuk menangani isu tersebut, Puteri menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan sikap gotong-royong di dalam kehidupan masyarakat.

“Kita harus amalkan makna Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari, meskipun Karawang berangkat dari beragam latar belakang, kita tidak boleh saling terpecah belah,” tegas Puteri.

Lebih lanjut, Puteri juga mengajak warga Majalaya untuk menyampaikan aspirasi atas berbagai persoalan yang selama ini dialami oleh masyarakat.

“Insya Allah berbagai keluhan yang disampaikan nantinya akan saya teruskan kepada pemerintah. Terutama tadi masalah mengenai pupuk subsidi, KUR, guru honorer, serta bantuan sosial,” ujar Puteri.

Menutup paparannya, Puteri mengimbau masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan pada kehidupan sehari-hari.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Majalaya yang sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Apa yang telah diperoleh hari ini, saya harap bisa dijalankan dan diajarkan kepada masyarakat sekitar. Dengan begitu, pilar kebangsaan ini tetap utuh dari berbagai gerusan perkembangan zaman” tutup Puteri.