Askun Desak APH Usut Anggaran 2 M Untuk Pemeliharaan Gedung Pemda Karawang II

0
59
Asep Agustian, SH.MH

Karawang, BeritaNet – Praktisi hukum Asep Agustian, S.H, M.H mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) memeriksa anggaran pemeliharaan gedung Pemda Karawang II.

Pasalnya, gadung Pemda II sejak diserahterimakan pada Februari 2018 lalu hingga saat ini dinilai memprihatinkan, gedung terkesan kumuh seperti tak terawat, padahal suport anggaran yang digelontorkan untuk biaya pemeliharaan untuk itu mencapai 2 milliar rupiah.

“Kita pertanyakan kemana itu anggarannya? kan gitu, apa untuk memperkaya diri sendiri ataupun kelompok nih, kemana kah uang itu ?,” ujar Askun sapaan akrab Asep Agustian.

“APH disini harus turun, bukan diam. Turun, check tuh. Kalaupun ada indikasi kerugian negara ya harus dipanggil. Jangan sampai ada kerugian uang negara, siapapun pelakunya tangkap,” timpal Askun.

Padahal, sebelumnya Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana pernah menyebut jika gedung Pemda II ini pemanfaatannya akan dioptimalkan.

“Nantinya, semua kegiatan pelayanan masyarakat akan dilaksanakan di kantor Pemda 2,” ucapnya.

Merespon ucapan Bupati, sontak memicu Askun semakin geram, menurutnya bagaimana mau memberi pelayanan optimal, kondisi gedung yang dinilainya kumuh tak terawat justru tidak akan memberikan kenyamanan dalam pelayanan.

“Bagaimana mau ditambah pelayanan di sana, sekarang yang konteksnya semua dinas yang ada di sana gemuk semua toh tidak terawat, karena pejabat disana tidak ada rasa memiliki terhadap gedung tersebut, ya tetap bakal hancur dan tidak terawat,” tegas Askun.

Askun pun membeberkan keprihatinannya atas kondisi gedung Pemda II, terlebih saat hujan, ditemukan beberapa ruangan digedung bernilai 50 milliar rupiah tersebut kerap bocor.

“Emang ini gedung sudah berdiri berapa tahun, masa iya kotor dan bau. Silahkan cek aja sendiri, apalagi ketika hujan bocor. Belum lagi kondisi toiletnya yang memprihatinkan,” cetusnya.

Melihat kondisinya yang tidak terawat seperti itu, ia mempertanyakan soal kabar anggaran 2 millar rupiah untuk pemeliharaan gedung tersebut.

“Ingat ini uang rakyat, kegunaannya harus dimanfaatkan sebaik mungkin, masa iya hanya untuk memperbaiki seperti halnya lift susahnya minta ampun, padahal anggaran pemeliharaan yang konon katanya menelan biaya Rp 2 milyar,” tandasnya. (red)