HKAN 2021 PT. Maligi Permata Industrial Estate Pemenang dari 18 Kategori Penerima Anugerah Konservasi Alam Tahun 2021

0
89

Foto penerimaan Anugerah Penghargaan HKAN Tahun 2021 oleh Bpk. Bambang Sugeng, SH mewakili PT. Maligi Permata Industrial Estate sebagai pemenang HKAN 2021 kategori Pengelola Taman Keanekaragaman Hayati Eksitu
telaga desa – KIIC.

Jakarta-Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2021 dan Anugerah Konservasi Tahun 2021 yang di selenggarakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Dirjen Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial), DLHK Kab. Karawang mencalonkan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) telaga desa – KIIC untuk mengikuti lomba Penilaian Calon Nominasi Penghargaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2021.

Pada tanggal 25 Maret 2021, PT. Maligi Permata Industrial Estate menerima surat dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Dirjen Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial) dengan surat no. S.26/BPE2/KLBT/KSA.4/3/2021 tertanggal 9 Maret 2021 mengenai Penilaian Calon Nominasi Penghargaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021 untuk katagori Pengelola Taman Keanekaragaman Hayati Eksitu dan Insitu melalui DLHK Kab. Karawang. Program ini ini merupakan kegiatan rutin tahunan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Dirjen KSDAE dan Dirjen BPEE memberikan bentuk apresiasi penghargaan kepada Aparatur Sipil Negara, masyarakat, swasta atau institusi baik pemerintah maupun non pemerintah atas peran dan kontribusinya untuk menjaga kesinambungan konservasi alam dan menjadikan konservasi alamsebagai bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa Sesuai Keputusan Presiden No. 22 Tahun 2009 tentang Hari Konservasi Alam Nasional
Adapun Kriteria Penilaian

Kriteria Manajemen (SK Pengelolaan, Rencana Aksi, Pangkalan data, Pendanaan, dan Kemitraan),Koleksi Tumbuhan dan Satwa (Jenis Koleksi Tumbuhan, Jumlah Koleksi Tumbuhan, Satwa Pendukung Penyedia Bibit),Lanskap (Luas, Sarana Prasarana, Desain Dasar),Pemanfaatan (Sumber Benih, Ekowisata, Sarana Pendidikan/ Penelitian)

 

Setelah melalui beberapa tahapan seleksi yaitu dengan di awali pengirman data-data sebagai bahan informasi awal dalam penilaian dengan batas waktu pengiriman berkas hari kamis, tanggal 29 April 2021. Dari 6 calon Penerima Anugerah Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021, terpilihlah 2 calon penerima Anugerah Penghargaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021 untuk Kategori Taman Kehati Ex-Situ, yaitu: Taman Kehati telaga desa KIIC, Karawang dan Taman Kehati Kabupaten Bandung. Dan kemudian di lanjutkan dengan verifikasi lapangan kepada calon penerima sesuai surat dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Dirjen Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial) yamg di laksanakan pada hari Rabu, tanggal 16 Juni 2021.

Hasil verifikasi ini ditindaklanjuti dengan penilaian oleh Tim Penilai untuk pemilihan Pengelola Taman Keanekaragaman Hayati Eksitu dan Insitu sebagai Penerima Anugerah Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021. Dan pada hari Senin, tangga 21 Juni 2021 kami menerima konfirmasi via WA dari Tim Penilai bahwa Taman Kehati telaga desa – KIIC menjadi pemenang dan sekaligus menjadi penerima Anugerah Penghargaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021 katagori Pengelola Taman Keanekaragaman Hayati Eksitu setelah melalui rapat koordinasi Tim Penilai dan Pelaksana.

Sehubungan dengan pandemic Covid-19, maka acara pemberian Anugerah HKAN 2021 baru bisa dilaksanakan di tanggal 22 – 24 November 2021 yang rencana awalnya di laksanakan tanggal 8- 10 Agustus 2021.

Dari 18 Kategori Penerima Anugerah Konservasi Alam Tahun 2021, Taman Kehati telaga desa – KIIC telah mendapatkan penghargaan Anugerah Hari Konservasi Alam Nasional sebagai Taman Kehati Eksitu terbaik Tahun 2021, dan penghargaan tersebut di berikan kepada PT. Maligi Permata Industrial Estate sebagai pengelola Taman Kehati telaga desa – KIIC yang di wakili oleh Bapak Bambang Sugeng sebagai External & Public Relation Division Head.

“Alhamdulillah, semoga dengan Anugerah Penghargaan Konservasi Alam bisa memberikan mafaat untuk kita semua sehingga Taman Kehati telaga desa – KIIC benar-benar bisa menjadi pusat penelitian, pelatihan/pendidikan, kepedulian di bidang pertanian, pelestarian lingkungan dan ekowisata menjadi alternatif solusi bagi masyrakatat pencari kerja dengan wirausaha di khususnya bidang pertanian selain sebagai tempat pencadangan sumberdaya alam hayati lokal dan mempunyai fungsi konservasi ex-situ sesuai visi misi TKHTD yaitu diantaranya bisa menyelamatkan dan melestarikan flora dan fauna endemik yang mulai langka di Kawasan Industri KIIC Karawang, yang bisa memberi manfaat pada masyarakat dengan adanya peningkatan pendapatan bagi masyarakat sekitar kawasan TKHTD dari kegiatan usaha produktif, kreatif dan jasa lingkungan serta menginspirasi perusahaan industri yang lain”. Pungkas Bambang.

Puncak peringatan HKAN Tahun 2021 mengusung tema“Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara: Memupuk Kecintaan pada Alam dan Budaya Nusantara”. Tema ini didengungkan karena selaras dengan strategi pengembangan pariwisata alam, yaitu menekankan pada aspek Conservation, Community and Commodity.

Melalui pendekatan pada aspek-aspek tersebut KLHK ingin masyarakat semakin mengenal alam sekaligus cinta pada budaya yang tumbuh di sekitar kawasan wisata alam tersebut.mPeringatan ini akan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 22 – 24 November 2021Hal ini terungkap dalam sambutan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno pada Pembukaan Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2021 di Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang, Pantai Lasiana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, (22/11). Peringatan ini akan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 22 – 24 November 2021.

“Inilah saatnya masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan konservasi dan budaya,” ujar Wiratno dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Suharyono.

MelaluI pengembangan pariwisata alam yang mengutamakan pelibatan masyarakat lokal, KLHK berharap akan tercipta pariwisata alam yang berkualitas (quality tourism) dan berkembangnya wellness tourism. Dengan begitu durasi tinggal (length of stay) wisatawan meningkat. Hilirisasi industri pariwisata alam yang melibatkan banyak stakeholders dan digitalisasi UMKM dalam pemasaran dan promosi pun diharapkan ikut meningkat.

Hal ini penting untuk membantu membangkitkan sektor pariwisata yang memiliki multiplier effects yang tinggi terhadap perekonomian nasional secara umum dan masyarakat setempat secara khusus, utamanya dimasa Pandemi Covid 19 yang memukul semua sektor.

“Pelibatan masyarakat adat perlu ditingkatkan, budaya dan kearifan lokal menjadi modal utama dalam mengatasi krisis akibat Pandemi Covid-19 melalui pengembangan wisata alam,” imbuh Wiratno.

Pengelolaan jasa lingkungan, contohnya wisata alam di kawasan konservasi, pada beberapa tempat telah terbukti memberikan multiplier effects yang cukup besar, baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Meskipun adanya penurunan PNBP bidang pariwisata alam selama tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, namun setelah adanya reaktivasi obyek wisata alam di 106 TN/TWA, kegiatan pengusahaan periwisata alam berhasil menyerap sekitar 6.893 orang tenaga kerja, dan sampai dengan Bulan Oktober 2021 jumlah tersebut telah menyetorkan PNBP sebesar Rp.35,53 M.

“Adanya reaktivasi obyek wisata di kawasan konservasi tentu disyukuri para pelaku industri pariwisata alam seperti pengusaha hotel, homestay, pemandu wisata, porter, penyedia jasa transportasi, penjual makanan minuman, penjual souvenir dan lainnya yang selama ini berhenti beraktivitas karena adanya penutupan kawasan. Hal ini tentunya menyebabkan ribuan masyarakat sekitar kawasan terdampak dari sisi perekonomian,” jelas Wiranto.

Hal ini membuktikan bahwa tata kelola jasa lingkungan berbasis masyarakat merupakan peluang pemerintah untuk meningkatkan taraf perekonomian dan kompetensi masyarakat. “Selain itu, seiring dengan menguatnya perekonomian masyarakat, maka tekanan terhadap kawasan pun dapat berkurang. Dengan demikian, hutan lestari masyarakat sejahtera dapat terwujud,” tuturnya.

Puncak Peringatan HKAN 2021 kali ini juga diselenggarakan bersamaan dengan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 5 November 2021 yang mengusung tema “Keanekaragaman puspa dan satwa: aset dasar pemulihan ekonomi nasional.

Tema HCPSN tersebut sangat berkaitan erat dengan kegiatan-kegiatan peringatan HKAN, seperti penyelamatan dan perlindungan Puspa dan satwa melalui pelepasliaran satwa liar dan penanaman pohon sebagai upaya pembinaan habitat, serta pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar untuk kesejahteraan masyarakat dan penerimaan pendapatan dan devisa negara.

Peringatan Puncak HKAN 2021 ini juga sekaligus menjadi Pembuka Pelaksanaan Jambore Nasional, Pameran Konservasi Alam dan Festival Taman Nasional/Taman Wisata Alam 2021. Dan pada hari terakhir akan diluncurkan aplikasi digital kawasan konservasi alam di Indonesia. Melalui aplikasi digital yang nanti dapat diunduh di Play Store dan AppStore, masyarakat dapat mengetahui daftar kawasan konservasi alam di seluruh Indonesia beserta dengan informasi bagaimana cara mencapainya, disertai dengan kemampuan untuk booking tiket dan reservasi secara online.

Reaktivasi obyek wisata alam di kawasan konservasi menjadi momentum penerapan reservasi yang memperhatikan penghitungan daya dukung kawasan melalui e-booking, menerapkan e-ticketing secara cashless and touchless untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung kawasan konservasi, menghindari mass tourism, serta sebagai salah satu tindakan pecegahan penyebaran Covid-19.