Arti Media Bagi BPS

0
37

Jakarta-Tak kenal maka tak sayang. Ungkapan lama yang sering digunakan hingga saat ini. Ungkapan ini mengartikan pentingnya pengenalan untuk semakin mendekatkan diri satu sama lain. Begitu pula dengan hubungan BPS dan awak media.

“Tantangan BPS untuk independen, semua data yang dikeluarkan pasti tidak bisa memuaskan semua pihak, penangkapan masyarakat beda-beda. Bagaimana semua jajaran BPS mampu menjelaskan data secara proporsional terus menerus, disinilah peran media sebagai partner BPS untuk membangun literasi masyarakat di Indonesia,” kata Kepala BPS, Margo Yuwono menyambut awak media untuk pertama kalinya secara offline semenjak dirinya dilantik menjadi orang nomor satu di BPS, (25/11).

Memang selama pandemi Covid-19, Press Release BPS dilakukan secara virtual. Momen Workshop Wartawan yang digelar di Hotel Le Meridien Jakarta menjadi ajang bagi BPS untuk lebih mengenalkan kegiatan dan data BPS kepada media. Dengan harapan, media dapat membingkai data secara benar agar masyarakat sebagai konsumen media dapat memaknainya secara benar pula.

Pada kesempatan ini, Margo memaparkan tentang peran dan tantangan BPS ke depan mengadaptasi era disrupsi digital. Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono menjadi pembicara lainnya yang menjabarkan persiapan pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan (Long Form) tahun 2022. Data ketenagakerjaan, terutama kondisi tenaga kerja Indonesia saat pandemi Covid-19 menjadi topik yang juga dibahas bersama Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS, Nurma Midayanti.

Ramaditya, wartawan dari Berita Satu TV mengakui pentingnya data BPS bagi media. “Data bagi kami penting untuk menyelaraskan fakta yang kita dapatkan. Dengan data dari BPS, isu-isu yang diangkat seperti kemiskinan, pengangguran, data begitu penting untuk menjelaskan fakta. Sementara Romys dari Jawapos.com berpendapat selama ini paparan data BPS cukup aktif, komunikatif, berkala, dan kontinu.