Home Daerah Kota Bekasi Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI) Paguyuban Pelestarian Makam Mbah Raden Kebluk

Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI) Paguyuban Pelestarian Makam Mbah Raden Kebluk

0
41

Kota Bekasi- Paguyuban Pelestarian Makam Mbah Raden Kebluk dan Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI) menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H di kawasan pemakaman Mbah Raden Kebluk Kelurahan Sumurbatu RT 001/003 Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Acara ini dihadiri sekitar 300 orang dari Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, dll.

Sebanyak 15 habib menghadiri acara tersebut, diantaranya Al Habib Zacky bin Abdullah Maulahaelah, Al Habib Ali bin Abu Bakar bin Yahya, Al Habib Husein Alaydrus, KH Acep Baesuni Ketua MUI Kecamatan Bantargebang dan pengurus, sejumlah kiyai, ustadz, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Juga tidak ketinggalan kaum perempuan.

Kegiatan ini pada umumnya diikuti kaum grassroot, seperti pemulung, pelapak, sopir truk sampah dan warga sekitar TPA Sumurbatu dan TPST Bantargebang. Tujuan utama kegiatan ini adalah “Merajut Persatuan, Memperkuat Keimanan”.

Nursaidi Duplok Ketua Panitia Maulid mengatakan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan guna membangun persatuan dan meningkatkan imam. Bahwa, setiap orang dimana pun, termasuk pemulung, pelapak kecil, sopir truk sampah dan mereka yang bekerja di TPA harus tetap menjaga keyakinanya pada Allah.

Duplok menambahkan, dirinya merasa sangat senang karena acara yang diselenggarakan di pemakaman Mbah Raden Kebluk di tengah-tengah pembuangan sampah dihadiri oleh belasan habib, alim ulama, tokoh masyarakat dan warga.

“Kehadiran mereka, para habib, alim ulama, tokoh masyarakat dan warga Sumurbatu dan luar, seperti Jakarta, Bogor, Karawang merupakan bentuk dukungan nyata terhadap perjuangan kami’, tegas Duplok.

Al Habib Zacky bin Abdullah Maulahaelah mengajak agar kita mentauladani Nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Untuk dapat meneladani Nabi sebagai orang Islam harus punya paspor, kemudian diyakini dan selalu patuh beribadah agar mendapatkan berkah dunia dan akhirat.

“Apakah kalau sudah mati tujuan kita sampai dan urusan selesai, belum tentu? Masih ada proses urusan-urusan yang harus diselesaiakn. Makanya kita butuh safaat Nabi …”, Tanya Habib Zacky.

“Jangan sampai kita hidup di dunia dalam keadaan miskin dan di akhirat rugi sebab selama kita hidup di dunia tidak tahu tujuan hidup, untuk apa manusia hidup dan tidak beribadah pada Allah”, ujar Habib Zacky.

Bagong Suyoto Ketua Umum Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI) mengatakan, bahwa kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bagian esensial dari serangkaian perjuangan warga dan Paguyuban Pelestarian Makam Mbah Raden Kebluk dalam rangka melestarian Makam Perintis Desa/Kelurahan Sumurbatu. Agar makam ini data dilestarikan sebagai bentuk penghormatan sejati pada pendiri desa.

Lebih lanjut Suyoto menyatakan, kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan dan advokasi keummatan harus direncanakan dengan baik sehingga tujuan dan targetnya tercapai. Juga secara simpati dan empati harus mampu mengajak ummat bersatu, meningkatkan keimanan, ikut serta menjaga kesehatan, kebersihan dan kenyaman.

“Semua orang ingin hidupnya menjadi semakin sempurna baik lahiriah maupun batiniah. Makanya akan lebih mudah bila dilakukan bersama-sama atau berkolaborasi”, ujar Suyoto.

“Apalagi jika para habib, alim ulama, tokoh masyarakat, umaroh atau pejabat pemerintah mau bersatu padu membina ummat dengan cara-cara yang sederhana, merakyat, merangkul, melindungi, serta saling menyayangi,’ tambahnya.