Romdoni Sugianto Hasan, S. Pd.I : Apresiasikan Sekaligus Mengkritisi Peran Dana Bos Untuk Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT)

0
33

Berita-net.com,Kabupaten Bekasi | Melalui Workshop Pendidikan yang diadakan oleh KEMENDIKBUD RI Bersama Komisi X DPR RI dengan Tema

“ Percepatan Dana BOS Dalam Rangka Akselerasi Persiapan Tatap Muka Terbatas (PTMT) yang dihadiri langsung Direktur Jendral Dikdasmen KEMENDIBUDRISTEK RI, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda atau sapaan akrabnya Kang Huda, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bekasi Dr. H. Carwinda, M.Si., Dosen Universitas Pancasakti, Dr. Ade Lulu. Romdoni Sugianto Hasan, S.Pd.I selaku Praktisi Pendidikan Kab. Bekasi yang juga di undang sebagai Pemateri menyampaikan apresiasinya terhadap Dana BOS 2021 yang sangat berperan dan membantu dalam akselerasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sekaligus juga mengkritisinya.

“ Saya mengapresiasi Dana Bos 2021 sangat-sangat membantu sekolah-sekolah yang ada di Kab. Bekasi selama masa pandemi ini khususnya untuk Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), hal ini karena Dana Bos 2021 bersifat fleksibel penganggaranya asalkan sesuai aturan PERMENDIKBUD RI Nomor 6 Tahun 2020. Disitu sudah jelas Juklak, Juknis dan besaran yang diterima masing masing sekolah. Jadi sekolah bisa maksimal dalam penganggarannya untuk dibelikan alat prokes dalam Persiapan Tatap Muka Terbatas (PTMT),” Ungkap Praktisi Pendidikan Kab. Bekasi, Romdoni Sugianto Hasan, S.Pd.I Ketika menyampaikan materi, di Nuanza Hotel pada hari kamis ( 09/09/2021).

Romdoni juga mengkritisi birokrasi asistensi ARKAS pegeseran & perubahan yang dianggap dapat mengambat proses pencairan dan penggunaan Dana BOS 2021 pada Triwulan 3 dan triwulan 4.

“ Saya ingin mengkritisi betapa melelahkannya operator-operator sekolah dalam proses birokrasi asistensi ARKAS pergeseran & perubahan Dana BOS 2021 yang nantinya dapat menghambat pencairan dan penggunaannya di sekolah-sekolah yang memang sangat membutuhkan Dana BOS 2021 tersebut,” lanjutnya.

Dirinya juga mengajak Sekolah – sekolah Swasta & Negeri yang ada di Kabupaten Bekasi untuk memperhatikan anak-anak kita yang putus sekolah atau enggan Kembali ke sekolah pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), khususnya sekolah swasta yang masih ada pemabayaran SPP tiap bulannya.

“ Bapak, Ibu Guru dan Kepala Sekolah yang hadir saat ini baik Negeri maupun Swasta. Mari kita beri perhatian khusus apabila ada anak-anak kita yang putus sekolah pada masa pandemi ini apalagi kalua ada siswa yang enggan Kembali bersekolah pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas ( PTMT ) sekarang ini. Khususnya untuk sekolah sekolah swasta yang notabene masih ada pembayaran SPP tiap bulannya. Apabila ada anak- anak kita di sekolah swasta yang tidak mampu melakukan pembayaran SPP pemerintah sudah menyediakan KIP atau PIP, daftarkan. Jangan sampai ada yang putus sekolah, apalagi anak-anak yatim. Saya juga mempunyai sekolah jenjang TK sampai SD. Anak-anak yatim piatu dibebaskan biayanya dan saya mempunyai keinginan juga untuk kedepanya membuat Rumah Sarjana Yatim, sehingga anak anak yang yatim & piatu bisa mengenyam Pendidikan hingga sarjan,” ungkapnya.