Gerakan Pemuda Pamelasan serukan Prokes dan Melolak segala bentuk Radikalisme, Intoleran serta Provokasi.

0
63

Berita-net.com, Pemekasan | 22/08/2021 Dalam situasi pandemi covid 19 dan Demi menjaga situasi nasional tetap kondusif dan bebas dari paham intoleran, radikal dan premanisme, sejumlah santri yang tergabung di dalam pemuda Gerakan Muda Pamekasan (GMP) menyatakan sikap diPamekasan, Jawa Timur.

Pimpinan Gerakan Pemuda Pamekasan , Lutfi Mubarok menyampaikan, bahwa banyak dari masyarakat Madura yang diketahui merupakan anggota dan simpatisan Ormas terlarang. Padahal ormas tersebut sudah dibubarkan oleh pemerintah dan dilarang segala bentuk atribusi dan aktivitasnya karena kiprah mereka yang dianggap meresahkan masyarakat.

“Akhir-akhir ini masyarakat Madura sering sekali masih kami temukan menjadi simpatisan organisasi terlarang di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita sebagai santri harus berperan aktif menjaga keutuhan NKRI,” kata Mubarok dalam statemenya,.

Mubarok menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya keras pemerintah untuk memberantas kelompok yang intoleran dan radikal di Indonesia.

“Pemerintah melarang organisasi terlarang beroperasi karena dipandang tidak sesuai dengan Pancasila, maka dari itu GMP mendukung pemerintah agar membasmi organisasi yang intoreran, radikal yang merusak persatuan dan kesatuan NKRI,” tegasnya.

Dan ia juga menyerukan kepada masyarakat Jawa Timur khususny Pamekasan pada umumnya untuk melawan seluruh tingkah laku masyarakat yang selalu menggunakan isu-isu agama untuk memecah-belah.

“Gerakan Muda Pamekasan mengajak kepada seluruh masyarakat, tokoh pemuda, dan Mahasiswa untuk berperan melawan oknum yang selalu membawa isu-isu agama untuk memecah belah bangsa,” serunya.

Dalam moment hari kemerdekaan ini mari kita semua bersatu padu dalam bingkai NKRI, situasi masih pandemi covid 19 mati kita terapkan 3M, dukung vaksinasi pemerinta, indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh, ujarnya.(Bor)