Ingin Jadi Wisata Andalan Karawang, Pengembangan Wisata “Puncak Sempur” Banjir Dukungan

0
94

Karawang, BeritaNet – Setelah Pantai Tanjung Pakis dan wisata cagar budaya, Candi Jiwa di wilayah Karawang Utara. Potensi wisata di Karawang selatan “Puncak Sempur” tengah menjadi sorotan publik saat ini.

Terlebih, destinasi wisata Puncak sempur di Karawang selatan ternyata masuk nominasi Anugrah Pesona Indonesia (API 2020) ke Tiga, menjadi potensi yang harus menjadi wisata unggulan di Kabupaten Karawang.

Mengetahui hal itu, ternyata respon positif mulai berdatangan, sehingga Puncak sempur kebanjiran dukungan, untuk jadi wisata andalan Karawang, termasuk dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang.

“Melihat Puncak Sempur masuk nominasi API, kenapa tidak agar potensi itu terus dikembangkan,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, Haji Endang Sodikin (HES) saat melakukan kunjungan kerjanya ke Puncak Sempur, Kamis (11/08).

Sebanyak tujuh wisata prioritas yang masuk kedalam RPJMD periode 2015 – 2021, kata HES, Puncak Sempur perlu didorong masuk sebagai RPJMD lanjutan, dari sektor pariwisata.

“Perlu ada RPJMD keberlanjutan, di sektor pariwisata, Puncak Sempur agar bisa didorong masuk. Apalagi Raperda RPJMD Bupati/Wakil Bupati Karawang periode 2021 – 2024 sedang berjalan,” katanya.

Selain DPRD, masih ditempat yang sama, dukungan juga datang dari Pemerintah Desa (Pemdes) Cinta Laksana Kecamatan Tegalwaru, yang disampaikan Sekdes, Abdul Pahad. Menurutnya, jika pengembangan wisata Puncak Sempur dilakukan, akan sangat memberi manfaat bagi warganya.

“Kami mendukung atas pengembangan wisata Puncak Sempur,” ujarnya.

“Saat inipun banyak dari warga Cintalaksana yang dipekerjakan dalam membuat kebuh H Saepul Ricki, perekonomian masyarakat sekitar juga dapat tumbuh, apalagi jika potensi ini lebih dikembangkan, akan dapat menarik wisatawan, sehingga dapat menguntungkan kita semua,” imbuhnya.

Dukungan Puncak Sempur untuk jadi wisata unggulan juga datang dari Camat Tegalwaru Mahfudin. Dalam kesempatan itu ia mendorong komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menjadikan Puncak Sempur sebagai wisata andalan Karawang.

“Kami siap mengamankan setiap kebijakan Pemkab Karawang terkait pengembagan wisata di Karawang Selatan, tinggal kembali pada komitmen eksekutif dan legislatif dalam mengalokasilan anggaran untuk Karawang Selatan,” ujar Mahfudin.

Lebih lanjut Mahfudin sedikit bercerita tentang pesona Puncak Sempur dapat menarik wisatawan, kendati ditengah Pandemi COVID-19, ditengah keterbatasan PPKM darurat yang sedang pemerintah terapkan.

“Ditengah PPKM juga banyak yamg datang kesini, dari luar kota seperti Purwakarta bahkan Bekasi, ujar mereka datang ingin berlibur karena sudah merasa jenuh dan bosan, barangkali di Puncak Sempur dibuka,” katanya.

“Itu artinya minat berkunjung wisatawan ke Puncak Sempur sangat tinggi, sehingga perlu penataan dan pengembangan agar lebih baik, sehingga Puncak Sempur menjadi wisata andalan Karawang,” tandasnya.

Sementara masih ditempat yang sama, pengusaha lokal Karawang H saepul Riki, sebagai salah satu pengembang sebagian lahan di Puncak Sempur, meluruskan informasi yang sumir, seputar kegiatan yang ia lakukan disanah.

“Perlu diketahui, lahan yang akan dijadikan sebagai objek komersil Puncak Sempur hanya seluas 6270 meter, dan pembangunannyapun masih sebatas wacana, karena alas hak lahan itu masih proses, sehingga perizinan masih belum bisa ditempuh, insyaallah sekitar bulan september alas hak sudah selesai perizinan segera ditempuh,” katanya.

“Glamping itu memang mimpi besar saya dan teman – teman yang lain, agar Karawang selatan bisa menjadi kawasan wisata andalan karawang, tapi butuh proses yang lama,” imbuh Saepul Riki.

Lebih lanjut Saepul Riki membeberkan terkait kegiatannya di Puncak Sempur saat ini, dari mulai penataan lahan sampai konsep berkebun agar menghasilkan hasil kebun yang baik tidak luput menjadi pembahasannya.

“Dilahan terpisah seluas kurang lebih 2,3 hektar, kita buat kebun kopi, jadi nantin konsep dilahan 6270 meter tersebut bisa terintegrasi dengan kebun kopi, sehingga terciptalah wisata yang ramah linglungan,” jelasnya.

“Sebelum ditanami kopi dan tanaman lainnya sekarang tengah ditata dulu dengan cara membuat terasering karena kontur awal tanahnya curam, membersihkan semak – semak dan tanaman yang tidak produktif, selanjutnya kita pasang turap penahan tanah untuk antisipasi tanah erosi,” katanya. Setelan itu baru kita tanami pohon penahan erosi, pelindung, tanaman hias dan tanaman produktif lainnya seperti duren, pete dan kopi yang paling banyak. Untuk pohon – pohon besar tetap akan kita pertahankan,” imbuh Saepul Riki. (red)