Janggal! Kasus Dugaan Malpraktek RSIA Bunda Fathia Picu Kuasa Hukum Korban Layangkan Surat ke Dua

0
204

Purwakarta, BeritaNet – Kuasa hukum orang tua korban dugaan malpraktek RSIA Bunda Fathia, Gary Gagarin Akbar, makin menyoal pihak Rumah Sakit. Pasalnya, jawaban atas somasi yang dilayangkannya dinilai janggal, karena ada yang tak sesuai dengan fakta.

Buntut ketidaksesuaian fakta tersebut Gary Gagarin Akbar melayangkan surat ke dua mempertanyakan jawaban kepada pihak RSIA Bunda Fathia Purwakarta.

“Hari ini kami baru saja mengirimkan surat kedua kami kepada pihak RSIA Bunda Fathia terkait jawaban tanggapan somasi beberapa waktu yang lalu,” kata Gary kepada BeritaNet.com, Jumat (30/7).

Lebih lanjut kandidat doktor ilmu hukum ini pun membeberkan sejumlah hal yang ia sampaikan dalam surat tanggapan jawaban somasi dari pihak RSIA Bunda Fathia.

“Pertama, kami ingin meminta penjelasan secara resmi dari pihak manajemen rumah sakit yang paham mengenai permasalahan medis secara langsung,” ucapnya.

Kedua, lanjutnya, di dalam surat tanggapan somasi pertama dari RSIA Bunda Fathia menyebutkan bahwa bayi kliennya lahir dengan sehat, menangis kencang, dan berjenis laki-laki.

“Namun, faktanya bayi klien kami adalah bayi perempuan. Artinya bayi yang dimaksud tersebut bukanlah bayi klien kami. Ini fatal kekeliruannya,” tegas Ketua Prodi Ilmu Hukum UBP Karawang ini.

Pihaknya pun mempertanyakan keputusan RSIA Bunda Fathia yang membolehkan bayi kliennya yang terlahir prematur untuk pulang hanya dalam waktu dua hari setelah dilahirkan.

“Kami menunggu iktikad baik dari pihak RSIA Bunda Fathia untuk menyelesaikan permasalahan ini. Tetapi yang perlu kami tegaskan bahwa kami sangat siap jika kasus ini dibawa kejalur hukum,” tandasnya.

Terpisah, Humas RSIA Bunda Fathia, Jajat, menjelaskan, tanggapan somasi dari RSIA Bunda Fathia tentunya berdasarkan bukti data rekam medis, sehingga tidak ada kekeliruan dan apabila pasien membawa ke ranah hukum itu haknya pasien sehingga kami harus siap.

Ia pun memastikan jenis kelamin bayi pasien atas nama HR adalah lelaki.

“Ya (lelaki),” singkatnya.

Dilansir dari Delik.co.id, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Fathia Purwakarta diduga melakukan malpraktek, yang mengakibatkan meninggalnya seorang bayi, imbas dari kejadian tersebut orang tua korban melalui kuasa hukumnya Gary Gagarin Akbar akan membawa kasus itu keranah hukum. Adapun kronologinya dituturkan oleh Gary.

“Kasus ini bermula saat istri dari klien hendak melakukan persalinan di RSIA Bunda Fathia Purwakarta pada 6 Juli 2021 dan sekitar pada pukul 13.00 WIB istri kliennya melahirkan bayi prematur karena usia kandungan baru sekitar 7 bulan lebih dengan jenis kelamin laki-laki dan berat badan 1900 gram,” terangnya.

Terpisah, pihak RSIA Bunda Fathia melalui Jajat, mengatakan, pasien atas nama HR dan bayi anak HR yang ditangani di RSIA Bunda Fathia baik secara administrasi maupun prosedur medis sudah sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.
Pihaknya pun mengaku sudah siap menghadapi tuntutan pasien jika masalah ini dibawa ke pengadilan. (Ist/red).