Ketua Umum LSM SNIPER Indonesia: “Bupati Bekasi Melehoy”

0
34

Foto :Gunawanketua umum LSM SNIPER Indonesia

Berita-Net.com, Kabupaten Bekasi | “Sudah Jatuh Tertimpa Tangga,” ungkapan seperti itu yang saat ini sedang dialami dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat kabupaten bekasi. Bagaimana tidak dengan terjadinya pandemi corona membuat ekonomi warga kabupaten bekasi makin menurun ditambah lagi Bupati Bekasi selaku kepala daerah tidak punya konsep jelas, minim inopasi dan gagasan untuk memulihkan perekonomian warganya.

“Saya kira 2021 menjadi tahun yang sulit untuk pemda kabupaten bekasi karena tekanan fiskal luar biasa, mungkin lebih berat dibandingkan 2020.”

Gunawan ketua umum LSM SNIPER Indonesia mengingatkan dengan kondisi demikian, Bupati tidak bisa hanya mengandalkan APBD.

“Bupati selaku kepala daerah perlu membuat terobosan untuk mencari sumber-sumber pendanaan lain, seperti Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), Kerja Saama Pemerintah Dengan Badan Usaha, dan Pinjaman Daerah. Tapi, upaya tersebut sepertinya tidak dipersiapkan oleh Bupati Bekasi, terlihat di triwulan kedua tahun anggraan 2021 ini belum ada gebrakan kearah itu, justru Bupati melehoy dan Pemda menyisakan hutang kepada pihak ketiga (rekanan) yang mencapai angka kurang lebih 200 milyar sebagaimana Hasil Pelaksanaan Pemeriksaan Terinci BPK Perwakilan Jawa Barat, Nomor: 29/Tim Rik LKPD Kab. Bekasi/04/2021 Tanggal 13 April 2021”.

Hal ini ucap Gunawan yang lebih memperparah kondisi perekonomian masyarakat. Jika uang sebesar itu tidak tersangkut di pemerintah kabupaten bekasi akan terjadi perputaran uang dan dapat menggerakan ekonomi masyarakat.

“Oleh sebab itu, Bupati Eka Supria Atmaja harus memiliki banyak ide untuk menghadapi tantangan berat pada 2021. Mereka perlu berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lain, seperti perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat. Tanpa ada kolaborasi, pemda bisa kesulitan menyelesaikan masalah-masalah tersebut”. Tutupnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here