Geram ..!!!! LSM SNIPER Indonesia Dan Warga Geruduk Kegiatan Normalisasi Sungai Irigasi (SS Kedunggede)

0
23

Berita-net.com, Kabupaten Bekasi | Kegiatan Normalisasi sungai irigasi (SS Kedunggede) yang berlokasi di Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi Di gurudug oleh LSM SNIPER INDONESIA bersama dengan warga, Serta mendapatkan peringatan agar melakukan kegiatan dengan baik dan mementingkan asa keselamatan.

Disampaikan oleh Ridi Januar (Ciber) selaku anggota LSM SNIPER INDONESIA dirinya geram dengan pelaksanaana kegiatan tersebut halini dikarenakan masih adanya titik lokasi tanah yang belum tergeruk secara menyeluruh sedangkan exskapator terus berjalan meninggalkan titik tersebut.

“Normalisasi sungai irigasi SS Kedunggede ini bertujuan untuk mengeruk tanah yang dangkal/menghambat air agar air mengalir dengan lancar, tapi paktual dilapangan (lokasi kegiatan) masih ada dataran tanah ditengah sungai yang belum tergeruk secara menyeluruh”.

Dirinya menduga bahwa perencanaan kegiatan normalisasi tidak dilakukan dengan baik pasalnya exskapator yang bekerja tidak bisa menjangkau seluruh tanah yang mendangkal di aliran sungai irigasi (SS Kedunggede).

“Tentunya dengan kejadian ini kami menduga bahwa perencanaan kegiatan normalisasi (SS Kedunggede) tidak dilaksanakan dengan baik, sehingga membuat pelaksanaan kegiatan pun tidak berjalan dengan baik, maka itu saya minta agar exskapator ditarik kembali ke titik tanah yang belum terkeuk tersebut untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa”.

Ditempat yang sama sejumlah warga juga menyampaikan keluhannya kepada pelaksana kegiatan normalisasi (SS Kedunggede), warta keterwakilan warga meminta agar pelaksana kegiatan juga mementingkan asa keselamatan pengguna jalan dan warga setempat mengingat bahwa kegiatan tersebut berada di jalan penghubung antara dua kabupaten yakni Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang yang mana jalan tersebut merupakan jalur akses yang aktif disetiap harinya.

“Setiap malam exskapator ini berada di jalan tanpa ada penerangan atau rambu-rambu yang menandainya, tentunya membahayakan pengguna jalan maupun warga setempat karena jalan ini menjadi jalur akses warga untuk beraktifitas”.

“Kami juga berharap apabila kegiatan ini sudah istirahat (break) kerja, pelaksana bertanggungjawab untuk melakukan pembersihan jalan yang kotor dan berlumpur agar tidak menimbulkan dampak kepada warga maupun pengguna jalan”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here