Jakarta,- Melalui amanat Undang Undang Cipta Kerja dan PP Penyelenggaraan Penataan Ruang, Direktorat Jenderal Tata Ruang sebagai pengampu kepentingan di bawah Kementerian ATR/BPN terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas produk tata ruang yang memudahkan masyarakat dan stakeholders untuk mengakses dan melihat produk rencana tata ruang secara real time melalui platform berbasis digital.

“Terobosan kebijakan dalam UU CK mengharuskan perbaikan kualitas penyelenggaraan penataan ruang meliputi tiga aspek yaitu aspek Transparansi, Sumber Daya Manusia dan Teknik Penyusunan Rencana Tata Ruang,” ungkap Direktur Jenderal Tata Ruang, Abdul Kamarzuki saat menyampaikan paparannya dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian ATR/BPN di Jakarta, Selasa, (6/4/2021)

Dalam hal transparansi, Direktorat Jenderal Tata Ruang sejak Tahun 2018 telah mengembangkan webgis Gistaru yang telah memuat produk Rencana Tata Ruang (RDTR, RTRW, RTR KSN, RTR Pulau/Kep, dan RTRWN) dan dapat diakses oleh publik melalui gistaru.atrbpn.go.id.

Selain Gistaru, Direktorat Jenderal Tata Ruang saat ini juga telah memiliki RTR Builder yaitu sebuah platform untuk proses analisis dan penyimpanan data dalam penyusunan RTR. Dalam proses penyusunan RTR, RTR Builder dapat membandingkan peta pola ruang RTR hasil persetujuan substansi dengan yang diproses untuk penetapan. Hal ini dilakukan guna meminimalisir human error dalam manajemen versioning data.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here