GMNI Kabupaten Bekasi Desak Bupati Evaluasi Pembangunan Toilet Sekolah

0
85

Berita-Net.com | Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Bekasi, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bekasi di Komplek perkantoran Pemkab Bekasi, Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Senin (5/4/2021).

Aksi tersebut digelar guna mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran infrastruktur di dunia pendidikan yaitu terkait pembangunan sarana toilet di 488 sekolah yang ada di Kabupaten Bekasi.

Menurut Rudi Widodo Kabid Internal dan Eksternal GMNI cabang Kabupaten Bekasi, penggunaan anggaran pembangunan toilet di 488 sekolah dengan anggara sebesar 196 juta per toilet yang diambil dari APBD dengan total anggaran 98 milyar, sangat tidak masuk akal dan terkesan sangat fantastis untuk pembangun toilet dan sarana penunjang protokol kesehatan di sekolah.

“Kami melihat bagaimana ini sangat tidak masuk akal untuk dana sebesar itu digunakan untuk membuat Toilet yang minimalis, bagaimana analisa perhitungan DPRD komisi III dan IV, dan kami meminta komisi yang terkait supaya melakukan evaluasi” tegas Rudi kepada wartaterkini.news, saat ditemui dalam aksi tersebut

GMNI Kabupaten Bekasi menyoroti pembangunan fasilitas Water Closet (WC) tersebut, salah satunya yang ada di SD Negeri Mangunjaya 04 Tambun Selatan, dengan total anggaran sebesar 196 juta dinilai tidak sebanding dengan fasilitas yang ada seperti WC jongkok, keran air, wastafel cuci tangan, serta urinoir.

“Pembangunan infrastruktur memang di perlukan dalam dunia pendidikan, namun diduga pembangunan tersebut hanya dijadikan mainan anggaran bagi pihak-pihak tertentu sehingga menimbulkan persoalan yang tidak bisa dianggap biasa” imbuhnya.

Dalam tuntutannya, GMNI Kabupaten Bekasi meminta Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengevaluasi kinerja pejabat yang ada di Dinas Cipta Karya dan juga terkait pembangunan 488 fasilitas toilet sekolah beserta beberapa item pekerjaan didalamnya, agar tidak lagi terulang dikemudian hari dengan anggaran yang fantastis.

“Kami juga meminta pejabat di Dinas tersebut selalu mengedepankan transparansi anggaran dalam penggunaannya kepada masyarakat” pungkasnya” tutup Rudi. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here