Jakarta- Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terlibat dalam kegiatan pembangunan infrastruktur nasional, melalui pengadaan tanah. Dalam kegiatan tersebut, Kementerian ATR/BPN berusaha menyiapkan tanah, sebagai dasar pembangunan infrastruktur. Selain hal itu, pelaksanaan penataan pertanahan melalui konsolidasi tanah juga menjadi salah satu program Kementerian ATR/BPN.

Terbitnya Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 17 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian ATR/BPN, mengubah nomenklatur di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengadaan Tanah menjadi Ditjen Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan. Salah satunya karena bergabungnya Direktorat Konsolidasi Tanah dari Ditjen Penataan Agraria.

Penggabungan Direktorat Konsolidasi Tanah kedalam Ditjen Pengadaan Tanah, adalah sebuah keniscayaan. Menurut Arie Yuriwin cikal bakal pengadaan tanah dan konsolidasi tanah itu sama. “Prinsipnya tahapan dalam pengadaan tanah maupun tahapan dalam konsolidasi tanah adalah sejalan,” kata Arie Yuriwin saat memberikan paparan pada kegiatan Bimbingan Teknis Konsolidasi Tanah dan Konsolidasi Tanah Vertikal di Hotel Westin, Senin (29/03/2021).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here