Kabupten Bekasi-Sejumlah perangkat desa dan tokoh masyarakat Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan kondisi daerahnya yang rawan terkena banjir akibat luapan Sungai Cibeet.

Keluhan tersebut pun mereka sampaikan langsung kepada Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodaratullah, melalui audiensi yang dilakukan di gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Rabu (24/3).

Kepala Desa Cipayung, H Ajan mengatakan wilayahnya yang berbatasan dengan Sungai Cibeet, kerap dilanda banjir apabila terjadi luapan. Pihaknya pun pernah meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, membuat sheet pile atau turap di empat lokasi di desa tersebut.

Adapun lokasi yang diusulkan, terang H Ajan, yakni RT 02 RW 04 Kampung Rancaiga sepanjang 250 meter, kemudian tiga RT di Kampung Ciranggon yaitu RT 01RW 02 sepanjang 300 meter, RT 02 RW 01 sepanjang 500 meter, dan RT 03 RW 01 sepanjang 500 meter.
Ini jelas membuat warga kita kecewa, kenapa yang diturap itu malah di daerah wisata itu, padahal bukan di lokasi itu yang diusulkan warga kita ke BBWS,” imbuhnya.

Untuk itu, ia meminta DPRD Kabupaten Bekasi mendukung warga Desa Cipayung agar usulan empat lokasi penurapan segera direalisasikan. Sehingga jika nantinya Sungai Cibeet meluap, warga setempat tidak kembali mengalami kebanjiran.

Menurutnya, lokasi-lokasi tersebut merupakan wilayah yang paling parah terkena banjir karena berada di cekungan sungai dan di dataran yang rendah.

Selang beberapa waktu, kata H Ajan, pihak BBWS Citarum merespons usulan warga setempat dan mengumpulkan pihak terkait untuk melakukan sosialisasi rencana pembangunan turap di wilayah tersebut.

“Bahkan pihak BBWS sudah melakukan pengukuran di bantaran sungai usulan kita itu,” kata dia.

Namun berdasarkan data yang ia dapat, penurapan sungai di Desa Cipayung tidak sesuai usulan warga. Hal tersebut membuat warga setempat kecewa dan melayangkan protes ke sejumlah pihak.

“Berdasarkan data yang kita dapat, penurapan dengan nama kegiatan pembangunan pengendalian banjir Sungai Cibeet yang menelan anggaran Rp14 miliar yang dimenangkan PT. Putra Kencana. Untuk wilayah Cipayung hanya dibangun penurapan disepanjang bantaran sungai dekat kawasan wisata Dwi Sari Waterpark dengan panjang bentangan 300 meter,” bebernya.

Merespons hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodaratullah mendukung aspirasi warga tersebut. Menurutnya, pihak BBWS Citarum dalam melakukan pembangunan turap harus mendengarkan apa yang menjadi usulan masyarakat.

“Kita mendapat keluhan dari warga Cipayung, berdasarkan penelaahan warga setempat ada empat titik yang wilayahnya paling krusial terkena banjir apabila Sungai Cibeet meluap. Tetapi pada saat ini, kenyataannya turun anggaran sebanyak 14 milliar ini, justru akan dipergunakan untuk penanganan penurapan sepanjang pinggir sungai yang disampingnya memang ada kepentingan pihak swasta,” bebernya

“Inilah yang pada akhirnya menjadi keresahan, dan kami atas nama DPRD tentunya mencoba akan menganalisa. Yang selanjutnya akan kami tindak lanjuti kepada pihak-pihak terkait agar sebelum menentukan lokasi pembangunan itu, seyogyanya harus kembali ditelaah,” kata dia

Ia berpandangan, jika fakta yang terjadi di lapangan penurapan hanya mementingkan keuntungan pihak swasta, hal tersebut harus dilakukan evaluasi kembali. Sebab tujuan penurapan haruslah berdasarkan kepentingan masyarakat luas.

“Kalau itu dibangun dan mementingkan pihak swasta, menurut saya anggaran yang digelontorkan itu jelas tidak tepat sasaran. Makanya, nanti kita dari DPRD bakal menyurati BBWS maupun pihak terkait untuk mengevaluasi rencana pembangunan itu, mumpung masih belum dibangun. Semoga pihak tersebut merespon apa yang menjadi aspirasi warga tersebut,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here