KARAWANG- Ungkapan Kriminalisasi terhadap konsumen oleh PT. Galuh Mas Citarum dengan melaporkan Kahfi, suami dari Imas Rohimah ke Polres Karawang pada 18 Febuari 2021 lalu dibantah Oleh pihak Managament Galuhmas

Timi Nurzaman legal PT Galuh Citarum Mengatakan” Yang kami laporkan adalah perbuatan pengrusakannya (gembok), karena ruko yang dimaksud tersebut masih menjadi milik Galuh Mas dan belum menjadi milik Ibu Imas. Kami lakukan penggembokan juga mempunyai dasar yaitu adanya surat pernyataan dari ibu Imas yang mempersilahkan pihak Galuh Mas melakukan penggembokan bilamana ibu Imas tidak menyelesaikan pembayaran tunggakan angsuran sesuai tanggal kesepakatan yaitu 13 Desember 2019,” .

Diakui Teja, berbagai upaya sudah dilakukan guna meringankan beban tunggakan dari ibu Imas, dari mulai penawaran untuk melepas satu rukonya sampai memberikan hak pinjam pakai.

” Setelah di acc untuk pinjam pakai, ternyata ruko tersebut yaitu ruko Primrose A-10 dan A-11 malah dipihak ketigakan dengan disewakan ke PT. Indomarco, yang mana hal tersebut tidak dibenarkan namun kami masih memberikan keringanan sehingga tidak kami masalahkan asalkan kewajiban bayar angsuran tetap dijalankan, namun ini malah sebaliknya,” terangnya.

Diungkapkan, terkait jumlah tunggakan yang menjadi kewajiban Imas, kata Timi, untuk A-10 masih menunggak sekitar 11 bulan sedangkan A-11 menunggak 14 bulan.

” Sudah ada sekitar 15 surat terhitung dari Mei 2019 hingga Desember 2020 yang kami layangkan ke Ibu Imas terkait konfirmasi pembayaran kewajiban angsuran, namun dari surat yang kami layangkan tidak satupun ada surat balasan sebagai itikad baik dari Ibu Imas untuk menyelesaikan kewajibannya, hingga pada 12 Desember Ibu Imas membuat surat pernyataan yang ditanda tangani di atas materai,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here