Karawang-Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Karawang menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) dengan Kejaksaan Negeri Karawang pada Kamis 4 Maret 2021, penandatanganan kesepakatan bersama perihal keterlambatan bagi pelanggan telat pembayaran selama pandemi Covid-19.

Kepala PLN Karawang, Yusuf Suyono”Kami menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) dengan kejaksaan terkait berbagai permasalahan, salah satunya mengenai tunggakan pembayaran oleh pelanggan. Tunggakan terjadi dari kalangan industri dan beberapa jenis usaha.

Dalam isi MOU tersebut perihal keterlambatan bagi pelanggan yang telat selama pandemi Covid-19. Tunggakan pelanggan PLN di Karawang diperkirakan mencapai miliaran rupiah yang berasal dari industri dan jenis usaha lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Rohayatie mengatakan, MoU dengan PLN sudah pernah dilakukan. Salah satunya adalah tunggakan dari perusahaan dan rumahan. “Jadi nanti bisa dibantu melalui JPN (Jaksa Pengacara Negara) kita. Tinggal buat surat kuasa khususnya (SKK),” .

Rohayatie mengakui dengan adanya utang yang tidak tertagih maka akan menumpuk atau membengkak. Oleh karena itu perlu dilakukan panagihan sebagai upaya menyelamatkan keuangan negara. “Kalau setiap tahun nunggak, jika tidak ditagih akan terus membesar jumlahnya,” katanya.

MoU dengan PLN fokus pada kegiatan keperdataan dan Tata Usaha Negara (TUN). Itu sebabnya pihak kejaksaan akan menyiapkan jaksa pengacara negara (JPN) untuk menangani masalah PLN.

untuk penagihan tunggakan pelanggan PLNsiap kan JPN,.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here