Purwakarta-Pada tahun2021, serentetan bencana sudah melanda tanah air tercinta. Gempabumi di Sulbar, Banjir di Kalsel, Longsor di Sumedang, dan lain-lain. Pandemi Covid-19 juga masih belum berakhir. Kolaborasi pentahelix menjadi salah satu solusi. Perlu koordinasi multi pihak dalam kegiatan penanggulangan Bencana

Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta Drs. H. Iyus Permana, MM mengikuti Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) tahun 2021 oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, bertempat di Aula Janaka.

Presiden Joko Widodo menyampaikan Negara Indonesia adalah Negara yang rawan terhadap bencana masuk dalam 35 Negara paling rawan resiko bencana di dunia, sehari bisa terjadi 9 bencana yang terjadi, cobaan, ujian dan tantangan itu yang harus dihadapi oleh negara kita baik bencana Hidrometeorologi maupun geologi.

Selain itu jumlah penduduk Indonesia juga sangat besar sehingga resiko jumlah korban perlu menjadi perhatian. Kunci utama dalam menanggulangi resiko adalah pada aspek pencegahan dan mitigasi bencana, harus mengantisipasi terencana dengan detail kebijakan Nasional dan Daerah harus sensitif terhadap kerawanan bencana, jangan sampai ketika ada bencana baru ribut dan saling menyalahkan.

Pesan Presiden kepada seluruh Pejabat Pemerintahan se-Indonesia;

1. Jangan disibukan membuat aturan, tapi yang paling utama adalah pelaksanaan dilapangan, aspek pengendaliannya juga standar penegakan dilapangan.

2. Kebijakan untuk mengurangi resiko bencana harus benar-benar terintegrasi, tidak boleh ada ego sektoral maupun ego daerah semuanya saling mengisi kekurangan satu dengan lainnya.

3. Management tanggap darurat serta kemampuan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi yang cepat, serta sistem peringatan dini harus berfungsi dengan baik dan bekerja dengan akurat. Kecepatan adalah kunci menyelamatkan dan mengurangi jatuhnya korban.

4. Memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat terkait dengan kebencanaan, mulai dari lingkup sosial paling kecil yaitu keluarga, serta melakukan simulasi bencana secara rutin di daerah-daerah yang rawan bencana sehingga masyarakat akan semakin siap dalam menghadapi bencana.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here