Bogor-Saat ini banyak program pemerintah sudah banyak dilakukan untuk membantu menyejahterakan masyarakat, tetapi belum berbasis data yang akurat dan terintegrasi, sehingga masih banyak program yang tidak tepat sasaran.

“Oleh karena itu data menjadi penting, dan harus diverifikasi dari bawah (bottom up),” kata Rieke di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara pemerintah daerah Subang, Universitas Subang (Unsub) dan IPB terkait kerjasama soal implementasi Data Desa Presisi (DDP) di Bogor, Selasa (23/2).

Lebih lanjut Rieke menyebut adanya Implementasi DDP ini akan menjadikan desa kuat dan berdikari.

“Jangankan mengenai data kependudukan, kondisi saat ini batas wilayah desa pun dapat menjadi persoalan dan Data Desa Presisi yang terdiri dari data spasial dan data numerik akan mampu menjawab dan menyelesaikan persoalan tersebut,” katanya.

Terkait MoU itu, Rieke mengatakan, kolaborasi dan kerja sama antara masyarakat desa, pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi hal yang sangat penting untuk dapat menyukseskan kegiatan membangun data desa presisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here