SMK SURYACIPTA KARAWANG: Terapkan Disiplin Industri Untuk Siapkan Lulusan Siap Kerja

0
110

Karawang-Saat ini bersekolah di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) masih dipandang sebagai sistem Pendidikan kelas dua, jika dibandingkan dengan bersekolah di SMA (Umum), sehingga kurang diminati kalangan menengah ke atas. Selain itu kurikulum SMK belum _link & match_ dengan industri, sehingga banyak lulusan SMK tidak terserap di dunia industri bahkan data BPS mencatat kalau lulusan SMK menempati ranking pertama jumlah pengangguran terbanyak.

Juga banyak SMK yang belum mengarah pada pendidikan karakter. Untuk menghilangkan stigma negatif tersebut Yayasan Suryacipta bekerjasama dengan Yayasan Karya ATMI Cikarang mendirikan SMK Suryacipta Karawang.

“Pendidikan SMK Suryacipta Karawang mengarahkan pada keterampilan motorik, keterampilan pikir atau cerdas, dan keterampilan hati atau attitude yang diajarkan selama siswa studi di SMK kami. Jadi siswa diharapkan mempunyai keterampilan gerak, cerdas, dan sikap profesional seperti teliti, disiplin, dan bertanggung jawab,” ungkap B. Chrisma Irawan,Kepala Sekolah SMK Suryacipta Karawang di ruang kerjanya.

SMK Suryacipta Karawang yang berlokasi di dalam Kawasan Industri Suryacipta di wilayah Ciampel Karawang menerapkan _Teaching Factory (TeFa)_ yakni mengintegrasikan nilai-nilai dan suasana industri dalam proses belajar-mengajar berbasis industri, seperti kejujuran, kedisiplinan, efisiensi, kualitas, dan inovasi yang memberikan dasar yang kuat bagi para siswa untuk menjadi enterpreneur dan intrapreneur.

“Kami berada di tengah-tengah ratusan industri manufaktur, sehingga mau tidak mau kami mengajarkan siswa untuk selalu berlaku disiplin industri,” tambahnya.
Keberadaan SMK Suryacipta sangat memungkinkan penyelenggaraan pendidikan melibatkan perusahaan industri yang berada di Kawasan Industri Suryacipta, seperti diadakannya prakerin (praktik kerja industri) dalam dunia nyata, pelibatan pabrik dalam ikut mengembangkan kurikulum dan pembelajaran, serta dapat menampung semua lulusan.

“Kami menargetkan menghasilkan lulusan dengan waktu tunggu mendapatkan pekerjaan atau _waiting time_ sama dengan nol _(zero)_ atau tidak ada waktu tunggu dalam mendapatkan pekerjaan, artinya begitu siswa kami lulus maka sudah akan mendapatkan pekerjaan karena industri yang membutuhkannya telah menanti kelulusan dari siswa-siswa tersebut,” ujar lulusan Universitas Muhammadiyah Metro Lampung itu.
“Tetapi kami juga memfasilitasi siswa kami yang akan melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Mereka akan kami salurkan ke Politeknik Industri ATMI Cikarang,” imbuhnya.

SMK Suryacipta Karawang menerapkan sistem pendidikan _Production Based Education and Training (PBET)_ atau yang lebih dikenal dengan pendidikan berbasis produksi dan menerapkan 70% praktek dan 30% teori. Pendidikan yang berbasis pada produksi memberi nilai (value) karena produksi yang terjadi tidak hanya mendukung pengetahuan bagi siswa, tetapi menjadi dukungan finansial untuk biaya pendidikan.

Biaya praktik yang ada di SMK tidak hanya praktik di laboratorium, tetapi berupa praktik secara intensif dan menghasilkan produk yang langsung berhubungan dengan industri. PBET juga diaplikasikan dalam setiap pendidikan di SMK Suryacipta Karawang. Pada kelas pertama atau kelas X ditekankan pada _Sense of Quality_, di tingkat kedua atau kelas XI ditekankan pada _Sense of Efficiency_, dan di tingkat ketiga atau kelas XII ditekankan pada _Sense of Creativity_.

Chrisma juga mengatakan bahwa SMK Suryacipta Karawang mengedepankan pembentukan karakter bagi siswanya, dengan mengadopsi nilai-nilai (values), yakni _quality, efficiency,_ dan _creativity_. Nilai-nilai tersebut yang akan diperjuangkan dan diwujudkan dalam setiap tahapan pendidikan, dari _input_, proses, sampai _output_, bahkan sampai _outcome_. Perkembangan siswa akan dimonitor oleg psikolog dan setiap siswa akan dibuat _student profile_-nya yang mencakup keahlian dan kemampuan dasar (30%) dengan mentalitas dan karakter (70%).

“Singkatnya, kami menerapkan disiplin industri dan siapkan lulusan siap kerja, yang berkarakter tangguh,” tegasnya.
Siswa SMK Suryacipta angkatan pertama yang memulai KBM pada TA 2019/2020 saat ini sedang melakukan _program inline_  PT Fukuyama Indonesia. D

pada waktu-waktu mendatang disusul di perusahaan-perusahaan lain di dalam Kawasan Industri Suryacipta.
“Dalam rangka mendukung proses pembentukan karakter bagi siswa, kami siapkan asrama (dormitory) dan mewajibkan para siswa untuk tinggal di asrama agar siswa dapat dididik sejak dini untuk membentuk karakter mentalitas kerjanya,” kata pria yang pernah mengenyam pendidikan di Politeknik ATMI Surakarta ini.

SMK Suryacipta Karawang yang telah mendapatkan SK Izin Operasional No. 421.9/Kep.1/I/SMK-DPMPTSP/II/2021 sudah mulai membuka pendaftaran siswa baru untuk Tahun Ajaran 2021/2022. Bagi calon siswa yang mendaftar di Tahap I yang akan ditutup pada tanggal 26 Februari 2021 akan mendapatkan potongan biaya pengembangan sebesar 30%. Pendaftaran secara online dilakukan melalui tautan: https://bit.ly/ppdbonlinesmksuryacipta. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Panitia Penerimaan Siswa Baru HP +62 811-997-848.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here