Pupuk Indonesia Gencarkan Penggunaan Pupuk Non Subsidi,Tingkatkan Produktivitas Hasil Tani

0
6

CIKAMPEK – Pupuk Indonesia melalui seluruh anak usahanya memastikan ketersediaan pupuk untuk petani. Di Karawang misalnya, saat ini, seluruh kios sudah mulai dipenuhi berbagai jenis pupuk terutama pupuk non subsidi.

“Jadi kita pastikan sebetulnya tidak ada kelangkaan pupuk. Selain pupuk subsidi. Ada juga pupuk non subsidi yang harganya masih wajar. Tidak mahal. Petani yang punya kebutuhan tambahan, bisa menggunakan pupuk non subsidi tersebut,” kata Gusrizal Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam kesempatan kunjungan ke kios di Karawang pada Selasa 2 Februari 2021.

Melalui hasil pantauan pada kunjungan di Kios Gemuk Tani milik Ibu Evi, berbagai produk pupuk non subsidi melimpah dan siap dipasarkan. Pupuk Jeranti dan Nitroku nampak berderet rapi di etalase. Sejumlah petani mulai berdatangan menyerbu kios yang mengadakan promo.

Gusrizal menuturkan, Pupuk Indonesia akan memberikan pendampingan kepada petani yang mencoba beralih ke pupuk non subsidi.

“Kita mendampingi petani ya, mulai dari budidayanya aspek teknologinya termasuk juga pendanaannya termasuk asuransinya dan kalau bisa juga termasuk yang mengambil membeli gabahnya,” kata Gusrizal.

Gusrizal menuturkan, tidak semua petani dapat memperoleh pupuk subsidi, sebab khusus untuk pupuk subsidi ini jumlah dan kuotanya telah ditetapkan pemerintah. Untuk mendapatkannya, petani juga perlu menempuh syarat administrative yang harus dipenuhi.

Untuk diketahui, alokasi pupuk urea bersubsidi di Jawa Barat tahun 2021 sebedar 633.630 ton per tahun. Adapun alokasi untuk Kabupaten Karawang mencapai 48 ribu Ton per tahun. Hal itu berdasarkan SK Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat nomor: kep/155/tn.03.03/psp, perihal perubahan alokasi kebutuhan pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian daerah jabar tahun 2021.

“Dengan demikian, kita tawarkan solusi bagaimana caranya supaya petani lebih berminat menggunakan pupuk non subsidi. Sehingga pelan-pelan beralih dari pupuk subsidi,” kata Gusrizal.

Saat ini, sejumlah petani mulai menuai hasil positif sejak menggunakan pupuk non subsidi buatan Pupuk Kujang Cikampek. Di Karawang misalnya, Dede Abdul Halim, seorang petani muda diberitakan mendapat hasil berlipat ketika menggunakan pupuk Jeranti dan Nitroku, dua produk non subsidi buatan Pupuk Kujang yang merupakan salah satu anak perusahaan Pupuk Indonesia.

Dilansir dari pemberitaan sejumlah media massa, dengan penggunaan pupuk Jeranti membuat tanaman anggur dan buah tin yang ditanam Dede menjadi lebih manis. Selain itu, pupuk Nitroku yang digunakannya membuat tanaman menjadi lebih lebat dan cepat besar.

Setelah mengoptimalkan dua pupuk itu, Dede dikabarkan meraup untung hingga Rp 20 juta per bulan. Padahal, ia hanya berkebun di lahan seluas 10×12 meter. Meski lahan sempit, tapi bagi Dede, bertani tetap menguntungkan.

Pupuk jeranti juga bisa diaplikasikan ke tanaman lainnya seperti buah-buahan, sayuran hingga kopi. Selain Jeranti dan Nitroku, Pupuk Kujang juga membuat berbagai pupuk non subsidi lainnya. Semua produk itu bisa didapatkan di kios pupuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here