Berbagi Makanan di Masa Sulit di Sekitar TPST Bantargebang

0
8

Bekasi-Berkah di masa sulit ketika pademi Covid-19 masih belum mereda. Mereka yang punya rezeki banyak berbagi makanan pada pemulung, warga dan anak-anak di sekitar TPST Bantargebang/TPA Sumurbatu Kota Bekasi dan TPA Burangkeng Kabupaten Bekasi pada 31 Januari 2021. Sebanyak 200 paket makanan yang dibagikan.

Semoga kita selalu ingat pada yang miskin. Pada masa sulit saat pendapatan pemulung menurun karena harga-harga pungutan sampah menurun, masih ada yang peduli dengan berbagai makanan.

Pembagian makanan dengan mengikuti Prokol Kesehatan/WHO, mulai dari Sekolah Pelangi Semesta Alam, terus menyambangi gubuk-gubuk pemulung dan warga. Juga, tak lupa pakai masker, antri dan jaga jarak.

Setelah usai pembagian makanan di sekitar TPST Bantargebang/TPA Sumurbatu dilanjutkan pembagian di sekitar TPA Burangkeng. Jumlah pemulung di sini lebih sedikit. Mereka yang menerima bekerja sebagai pengais sampah, sortir sampah, sopir, operator, warga dan anak-anak.

Pembagian makanan tersebut dari Mas Reza dkk dari rumah makan Ayam Geprek Keprabon BSD Tangerang Selatan. Mas Reza menyampaikan maaf karena jumlahnya kurang. Ternyata, jumlah pemulungnya cukup banyak.

Kegiatan ini atas fasilitasi Wilda Yanti, pegiat pengolahan sampah, yang menghubungkan Bagong Suyoto dengan Mas Reza dkk. Wilda Yanti dan Mas Reza bersama istri, anak dan kawan-kawannya sangat peduli dengan pemulung dan warga miskin di sekitar TPST/TPA. Mereka membagikan langsung pada mereka.

Bagong Suyoto dan Kemas Komalasari, pengelola Sekolah Pelangi Semesta Alam mengucapkan terima kasih atas kepedulian Mas Reza, keluarga dan kawan-kawannya serta Wilda Yanti. Mereka peduli dan berbagi pada pemulung, warga miskin dan anak-anak.

Bagong Suyoto yang juga Ketua Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI) mengatakan, setidaknya lebih 6.000 pemulung di sekitar TPST Bantargebang, sebanyak 400 pemulung di sekitar TPA Sumurbatu, jika ditambah dengan anak-anaknya jumlahnya lebih dari 20.000 orang. Jumlah mereka cukup banyak dan sekarang dalam kondisi sulit akibat pandemic Covid-19.

“Pembagian makanan baru satu titik simpul di Bantargebang, APPI dan Sekolah Pelangi Semesta Alam mempunyai enam sampai tujuh titik simpul. Simpul-simpul tersebut digunakan ketika ada pendataan dan berbagai kegiatan, seperti advokasi, pembagian APD, pembagian Sembako, pembagian makanan, dll”, ucap Bagong Suyoto.

“Saya dan guru-guru Sekolah Pelangi Semesta Alam mengucapkan terima kasih banyak pada Mas Reza dkk dan Wilda Yanti atas kepeduliannya. Semoga kedepan terjalin hubungan yang frekuensinya lebih banyak”, tegasnya.* 31/1/2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here