Makna “Golok Lubuk” Dan Hubungannya Dengan Pendiri PS Rd Puradiredja Serta Ki Nur Ali

0

Karawang, BeritaNet – Golok lubuk merupakan sebuah benda tajam yang terbuat dari besi atau baja, berbentuk panjang hampir menyerupai pusaka yang dipergunakan pahlan Pattimura.
Di Jawa Barat Golok Lubuk merupakan simbol atau lambang sebuah Kabupaten yang dijuluki sebagai “Kota Pangkal Perjuangan” atau “Kota Lumbung Padi”, yaitu Karawang.

Disisi lain ternyata ada makna dari philosofis dibalik istilah penamaan Golok Lubuk yang identik dengan lambang Kabupaten Karawang tersebut.

Makna Golok Lubuk secara singkat dan padat dijelaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang Drs Acep Jamhuri.
Menurutnya, Golok Lubuk merupakan simbol atas ketajaman atau kekuatan hati manusia.

“Golok itu kan sebuah benda yang tajam, Lubuk itu kan hati, jadi Golok Lubuk itu adalah ketajaman atau kekuatan hati yang paling dalam, dalam berdoa agar bisa sampai kepada djatnya allah SWT,” ujar Sekda yang juga sebagai Ketua DKM Masjid Agung Kaum Karawang, saat diwawancara BeritaNet.com, usai memimpin pengajian, Kamis malam (12/11).

Istilah Golok Lubuk itu sendiri dikatakan Sekda bukan mengambil atau ciri kahas pusaka yang berasal dari Kerajaan di Jawa seperti Mataram atau jaman siliwangi.
Tapi istilah Golok Lubuk merujuk kepada kepribadian yang luhung karena ditopang oleh hati yang bersih dan kuat.

Dimasa penjajahan, para pejuang kemerdekaan melawan penjajah medasari dirinya denga palsafah Golok Lubuk atau ketajaman hati, agar perjuangannya melawan penjajah mendapat keberhasilan.

Istilah Golok Lubuk dikatakan Sekda muncul dari seorang pejuang Hisbulloh Ki Nuar Ali dan pendiri Organisasi Partisan Siliwangi Mama Raden Puradiredja, yang sekarang berubah nama jadi Ormas Pejuang Siliwangi Indonesia (PSI), pada saat mereka berbicang.

“Istilah Golok Lubuk itu muncul dari Dua tokoh, Ki Nur Ali dan Mama Puradiredja, karena dahulu wilayah Karawang itu mencangkup Bekasi, Karawang, Purwakarta sampai ke Subang, pusat Karawang saat itu ada di Sagala Herang Subang. Ki Nur Ali ngomong udah pake Golok sajah, nih kalau mau bagus pake Golok Lubuk,” katanya.

“Dari sanalah istilah Golok Lubuk muncul, jadi bukan dalam arti benda, tapi golok itu dijadikan simbol, kalau alat untuk beerjuangnya golok, yang aslinya,” tandasnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here