Kiyai Uyan Dipolisikan Paslon Cellica -Aep, Askun : Kalau Misal 5 Kiyai Betul Menerima Dana Mau Kata Apa?

0
39

Karawang, BeritaNet – Dipolisikannya Ketua PCNU Kabupaten Karawang KH. Ahmad Ruhiyat Hasbi, oleh tim kemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Karawang nomor urut 02 Cellica – Aep, mengundang reaksi dari berbagai pihak.

Pasalnya, dilaporkannya Kang Uyan sapaan akran KH. Ahmad Ruhiyat Hasbi, dipandang sebagian kalangan adalah sebuah bentuk kriminalisasi terhadap Kiyai, karena sebenarnya persoalan yang bersangkutan sudah dapat diselesaikan.

Hal itupun mengundang Pengacara Kondang Kabupaten Karawang, Asep Agustian, S.H, M.H ikut menanggapi persoalan yang menimpa Ketua PCNU Kabupaten Karawang Kang Uyan.

“Mohon maaf sebelumnya jika apa yang saya katakan salah ataupun melukai, saya tidak berpihak kepada siapapun dalam hal ini, tapi Kiyai Uyan itu seorang kiyai, sesuatu yang tidak mungkin jika seorang Kiyai berbohong atau memfitnah tanpa dasar pasti informasi yang ia dapatkan ia peroleh dari sumber yang A1,” ujar pria yang akrab disapa Asep Kuncir (Askun) sataan diwawancara BeritaNet.com, dikantornya, Kamis (22/10).

Dijelaskan Askun dari informasi yang ia dapatkan, persoalan tudingan yang dilontakan kang Uyang berasal dari Whatsapp Grup (WAG) NU Karawang yang bocor ke publik, kemudian berlanjut kepada dilaporkannya Kiya Uyan ke Polres Karawang.

“Nah ini yang juga harus di cari siapa penyebarnya, itu kan konsumsi internal mereka kenapa bisa sampai tersebar keluar,” jelasnya.

Lebih lanjut Askun meminta 5 kiyai yang dituduh menerima aliran dana dari Cellica, juga untuk buka – bukaan di hadapan publik, bentuk dari klarifikasi yang didasari oleh tidak ada unsur berbohong.

“Seharusnya para kiya yang dituduh sudah menerima dana, jika tidak merasa apa yang sudah dituduhkan ya bicara kepada masyarakat melalui media, ya tapi kalau misalkan benar menerima mau dikata apa? ilustrasinya mana ada maling ngaku, tapi seorang kiyai harus jujur apa adanya jangan berbohong,” jelasnya.

Kemudian menyoal pelapor Kang Uyan, yang dipandang secara hukum kurang tepat, karena yang melaporkan bukan orang yang dituduh Kang Uyan.

“Secara kontruksi hukum, orang yang berhak melaporkan adalah yang dituduh, dalam hal ini Cellica dong yang harusnya lapor tapi kan dia diam sajah, malah timnya yang melaporkan, apakah ada tidak surat kuasanya dari Cellica dalam pelaporan tersebut,” jelasnya.

“Jika dalam pembuktian Kang Uyan dinyatakan tidak bersalah, persoalan ini bisa berbalik, Kang Uyan yang seorang tokoh agama dan banyak pengikutnya, bisa saja melaporkan balik, atas tindakan pencemaran nama baik apalagi Kang Uyan seorang Kiyai,” imbuh Askun.

Maka Askun menyarankan agar persoalan ini tidak dibesar – besarkan, apalagi sampai ditarik ke ranah politik.

“Sudah lah jangan dibesar – besarkan, apalagi kan yang bersangkutan sudah saling bertemu dan masalahnya selesai, kenapa kok jadi beginih, jangan ada pihak yang provokatif apalagi sampai mau melaporkan ke Maber Polri, apa – apaan itu, untuk apa sih itu semua dilakukan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Askun juga berharap pihak NU tidak terprovokasi dan bisa lebih tenang dalam menghadapi persoalan saat ini.

“Saya berharap para santri dan pihak yang mendukung Kiyai Uyan agar bisa lebih tenang dan mampuh menahan diri untuk tidak melakukan tindakan apalagi sampai aksi turun kejalan, kita harus lebih dewasa, yakin persoalan ini akan bisa cepat selesai,” tandasnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here