Karawang, BeritaNet – Diduga meminta jatah limbah kepada salah satu perusahaan Ketua Karang Taruna (Katar) Kabupaten Karawang Asep Saefulloh terancam dilengserkan sejumlah Ketua Katar tingkat Kecamatan se Kabupaten Karawang, melalui Musyawarah Luar Biasa.

Pengakuan salah satu HRD perusahaan di Karawang menjadi dasar kuat Asep Saefulloh sebagai Ketua Katar Karawang sudah meminta jatah limbah, padahal pengelolaan limbah diperusahaan tersebut sudah memiliki kepastian hukum.

Atas salah satu dasar tersebut, sebanyak 22 Ketua Katar tingkat Kecamatan se Kabupaten Karawang, resmi menandatangani mosi tidak percaya serta berencana akan menggelar musyawarah luar biasa Katar Kabupaten Karawang dan disampaikan kepada Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang, sebagai Dinas yang membawahi Karang Taruna.

Dikatakan Wakil I Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang Ruddy B. Gunawan, S.H, M.H yang dilegitimasi atau diberi kuasa oleh Majelis Pertimbangan Katar Kabupaten Karawang, sebagai Juru Bicara (Jubir) 22 Ketua Katar Kecamatan se Kabupaten Karawang, menyebut tindakan Asep Saefulloh sebagai pimpinan Katar Karawang sudah keluar dari ketentuan ADART.

“Bahwa kami sudah berkumpul melakukan rapat pada Hari sabtu kemarin, berdasarkan informasi yang terjadi sesuai fakta di lapangan bahwa sodara Asep Saefulloh atau Ceong memimpin oraganisasi Katar sudah keluar dari ketentuan ADART,” ujar pria yang akrab disapa Rudi BG, kepada awak media usai menyampaikan mosi tidak percaya kepada Kepala Dinsos Karawang, Senin (19/10).

Bukan hanya diduga sudah meminta jatah limbah kepada perusahaan, Ketua Katar Karawang Ceong juga diduga sudah melakukan hal – hal yang berbenturan dengan tujuan Organisasi sebagai lembaga Sosial, beberapa risalah lainnya disampaikan Rudi BG adalah sebagai berikut :

A. Banyak mengedepankan kepentingan urusan pribadi dan golongan daripada kepentingan Katar terlihat dari beberapa kegiatan.

B. Tidak terbuka dalam menjalankan roda organisasi, salah satunya prihal kunjungan Karang taruna ke Kawasan Industri, tanpa musyawarah dengan pengurus.

C. Meminta jatah penyaluran tenagakerjaan ke Perusahaan – perusahaan dengan dalih sebagai Katar dan atas nama lingkungan tapi pada faktanya yang disalurkan orang – orang ber KTP luar Karawang.

D. Terbukti mendirikan perusahaan bernama PT Gema Katar Karawang tanpa sepengetahuan pengurus atau melalui rapat pengurus, jelas mencederai oraganisasi Katar sebagai organisasi sosial menjadi organisasi kapitalis.

E. Terbukti sejak dilaksanakannya temu karya Katar pada Desember 2019 sampai saat ini, belum pernah diadakan rapat pengurus harian, maupun rapat kerja lainnya sebagaimana ADART Katar, tidak terbuka dana yang masuk dari pihak ketiga dana hibah perusahaan.

F. Bahwa pengurus Katar periode 2019/2020 tidak pernah diberikan SK sehingga berdampak kepada tidak mengetahui tugas dan fungsinya.

Lebih lanjut saat ditanya kapan Rapat Luar Biasa Katar Kabupaten Karawang, dengan tegas Rudi BG menyebut akan terlebihdahulu melakukan Rapat Pengurus Harian, yang akan difasilitasi Dinsos Karawang.

“Nanti kita menunggu RPH dulu yang akan difasilitasi Dinsos yang akan digelar tanggal 22 atau 23 Oktober mendatang,” katanya.

“Adapun soal fanismen, karena yang dilakukan Ketua sudah mendapat kartu merah kita akan kembalikan lagi kepada temen – temen Kecamatan,” tandasnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here