Limbah medis rumah sakit Mekar Sari yang dibuang ke TPA Burangkeng

Kabupaten Bekasi –Limbah medis rumah sakit yang dibuang ke TPA Burangkeng sudah bercampur dengan sampah rumah tangga Ditemukan sampah bungkus plastik bertulisan Rumah sakit’ mekar Sari yang berlokasi di Bekasi timurTampaknya limbah medis di Kabupaten Bekasi masih terabaikan. Sungguh kondisi sangat berbahayabagi lingkungan dan kesehatan warga sekitar.

Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas)Bagong Suyoto mengatakan Beberapa kali Koalisi Persampahan Nasional (KPNas) dan KAWALI Indonesia Lestari melakukan investigasi ke TPA Burangkeng pada bulan Juni 2020 pada masa pandemic Covid-19. Investigasi pada 5 dan 12 Juli 2020 masih ditemukan limbah medis diduga bekas penanganan Covid-19 bercampur dengan sampah rumah tangga. Limbah medis berasal dari sejumlah rumah sakit, poliklinik dan Puskemas, bahkan nama rumah sakit tertera dibungkus plastik

Limbah medis rumah sakit Mekar Sari yang dibuang ke TPA Burangkeng sudah bercampur dengan sampah rumah tangga, kemudian disatukan dengan sampah lama di zona aktif, terutama di bagian utara. Limbah medis itu bercampur berbagai jenis plastik, kertas, karet, busa, karung, daun, ranting, pohon kayu, rumput, sisa-sisa sayuran, dll. Terdapat beberapa titik sebaran limbah medis di TPA tersebut. Bahkan, kawanan kambing mencari makan di sekitar sebaran limbah medis itu.

Mengapa limbah medis dibuang ke TPA? Pada masa pandemic Covid-19 limbah medis terus bertambah, bahkan bekas APD (alat pelindung diri) dari rumah tangga dikegorikan limbah bekas Covid-19. Semua harus dikelola sesesuai peraturan perundangan dan SOP pengelolaan limbah B3 (beracun dan berbahaya). Tampaknya limbah medis di Kabupaten Bekasi masih terabaikan? Sungguh kondisi sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan warga sekitar.

Kesalahan utama pembuangan limbah medis ke TPA adalah pemilik limbah medis, yakni rumah sakit, poliklinik dan Puskemas. Mestinya mereka memusnahkan dengan incinerator dengan derajat panas minimal 800ºC. Jika tidak punya harus bekerja sama dengan pihak ketiga yang profesional dan punya ijin resmi.

Berdasar latar belakang di atas Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI mengeluarkan Surat Edaran Mo. SE.2/MLHK/PSLB3/P.LB3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) tertanggal 24 Maret 2020. Dasar hukum SE diantaranya UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, PP No. 101/2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Peraturan MenLHK No. P.56/Menlhk-Setjen/2015 tahun 2015 tentang Tata Cara Pengelolaan Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.020/Menkes/202/2020 tentang Protokol Isolasi Diri Sendiri dalam Penanganan Corona Virus Tahun 2019 (Covid-19), dan SK Kepala BNPB No. 13.A tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat Virus Corona di Indonesia yang berlaku selama 91 hari terhitung sejak tanggal 29 Februari – 29 Mei 2020.

Dalam kondisi krusial ini mestinya Pemerintah Pusat dan daerah menelusuri dan mengawasi semua rumah sakit, poliklik dan Puskesmas di wilayah Kabupaten Bekasi. Bupati segera memerintahkan Dinas LH, Dinas Kesehatan, dll melakukan pendataan, pemantauan secara ketat mengenai penanganan limbah medisnya sesuai peraturan perundan dan SOP atau belum. Jika belum harus dicarikan solusi secara cepat dan komprehensif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here