TKI Asal Karawang 12 Tahun Tidak Dipulangkan Majikan

0

KKarawang- asus yang menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kembali terjadi ,terutama yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Saudi Arabia. Tenaga Kerja Wanita (TKW) Rosinah binti Ucang asal Desa Jayakerta,Kecamatan Jayakerta ,Karawang, sudah 12 tahun tidak dipulangkan oleh majikannya di Al Yaqoot,Jeddah,Arab Saudi. Selain persoalan gaji yang tidak dibayar selama 12 tahun juga sering mendapat siksaan hingga dikurung dalam kamar oleh majikan perempuan dikurung dalam kamar.

“Permasalahan yang marak dialami oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI), terutama yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART), belakangan ini adalah keengganan pengguna jasa atau majikan untuk memulangkan ART yang kontraknya telah habis hingga bertahun-tahun,” kata Garda Buruh Migran Indonesia (BMI) Sabillilah Jauhari, Sabtu (11/7) saat dihubungi.

Pegiat advokasi TKI ini mengatakan kasus TKW bernama Rosinah asal Jayakerta,Karawang, salah satu dari ribuan TKI yang mengalami hal yang sama.Perempuan kelahiran Karawang ini sudah 12 tahun bekerja pada keluarga Naif Al Enezi. Dia mengaku sering mendapat siksaan dari majikan perempuan dan kerap menjadi korban pelecehan anak laki-laki majikan.

“Pengaduan melalui komunikasi selluar dan video yang dikirimkan sering disiksa selama 12 tahun keberja sebagai asisten rumah tangga,” katanya.

Rosinah mengaku telah beberapa kali meminta kepada majikannya agar dipulangkan karena kangen keluarga di kampung halaman. Namun sang majikan, kerap ingkar janji dan semua dokumen dirampas majikan .

“Majikan selalu bohonginya saat minta dipulangkan, dan yang paling fatal dokumen dirampas,” tambahnya.

Dari informasi yang didapat,kata Sabillilah Jauhari ,menuturkan Rosinah menjadi TKW sejak 2008, dalam.pengakuannya satu tahun pertama keluarga majikan baik dan membayar gaji ,namun tahun kedua hingga sekarang tidak pernah membayar gaji hingga menjadi korban penyiksaan majikan .

“Selain gaji tidak dibayrkan juga kerap mendapat siksaan,” tuturnya

Garda BMI , Ahyar menjelaskan bahwa maraknya kasus PMI tidak dipulangkan meski kotraknya telah berakhir disebabkan oleh tidak adanya pengawasan oleh pihak Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) yang memberangkatkan.

“PPTKIS hanya memberangkatkan, setelah itu dia tidak mengecek apakah kontrak TKI-nya yang diberangkatkan itu sudah habis atau belum. Jadi, mereka itu hanya memberangkatkan, setelah itu lepas,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah hadir dalam melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja pada sektor non formal, dan berharap pemerintah segera memulangkan ke kampung halaman. Terutama KJRI Jeddah untuk segera menyelesaikan kasus tersebut hingga hak-haknya dibayarkan.)nan/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here