Buruh dan Petani Karawang Tolak RUU Omnibus Law

0

Karawang- Konfedarasi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) dan Serikat Petani Karawang (Sepetak) menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law atau RUU Cilaka karena RUU tersebut merugikan kaum buruh serta adanya upaya pembunuhan kepada rakyat dan adanya keberpihakan pemerintah kepada kaum kapitalis.

Koordinator aksi Rusmita mengatakan rancangan undang-undang Omnibus Law yang digagas pemerintah dengan dalih membuka kran investasi ,membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya,mengurangi penganguran dan mengentaskan kemiskinan justru bertentangan karena dengan adanya RUU Omnibus Law kesejangan sosial akan semakin meluas dan bertambahnya pengangguran.

“Kita menolak RUU Omnibus Law karena tidak sesuai dengan hajat orang banyak,” kata Rusmita, Jum’at (10/7) saat aksi didepan Kantor Buoati Karawang.

Omnibus Law RUU Cipta Kerja tidak hanya akan berdampak kepada buruh, tetapi juga pelajar dan mahasiswa sebagai angkatan muda yang tidak akan lagi memiliki kepastian bekerja. Konfederasi KASBI bersama gerakan rakyat menolak Omnibus Law RUU Cilaka.

“Bersama gerakan rakyat tetap akan menolak Omnibus Law sebagai upaya memperjuangkan hak dan kepentingan para buruh,” katanya.

Hal lain ,kata Rusmita menegaskan adanya RUU tersebut menerapkan perbudakan modern lewat fleksibelitas tenaga kerja berupa legalisasi upah dibawah standar minimum,upah dihitung per jam dan perluasan kerja kontrak-outsourcing.

“Potensi PHK massal dan memburuknya kondisi kerja yang pada akhirnya akan terjadi pengangguran baru,” tegasnya

Ketua Sepetak Karawang Deden Sopian mengatakan adany rancangan undang-undang tersebut, akan terjadi kemiskinan pada golongan petani,nelayan dan masyarakat kecil apabila RUU ini disahkan.

“Perampasan dan penghancuran ruang hidup rakyat akan terbuka luas,” katanya.(nan/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here