Karawang- Forum Buruh Karawang (FBK) meminta kejelasan nasib ribuan karyawan yang dirumahkan selama pandemi virus Corona (Civid-19) di dua perusahan yang memproduksi sepatu ekspor yaitu PT Bescoo Indonesia dan PT Chang Shin Indonesia dampak  virus Corona (Covid-19).

Ketua FBK Saepudin menjelaskan dari data yang ada selama pandemi covid-19 karyawan dua perusahaan sepati ekpsort tersebut telah merumahkan  setidaknya sekitar 5500 karyawan yang dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dari 5500 karyawan yang dirumahkan dari PT Bescoo Indonesia sekitar 1500 karyawan dan PT Chang Shin 4000 karyawan.  Sistem gaji dibayar 60 persen sedangkan THR baru dibayarkan 50 persen hingga kini nasibnya belum ada kejelasan.

“Semuanya ada 5500 karyawan yang sudah dirumahkan sejak April hingga bulan ini dengan alasan  pandemi covid-19,” kata Saepudin , Jum’at (10/7) saat mendatangi Kantor UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Disnaker Provinsi Jabar di Karawang

Menurut Ketua FKB  Karawang, besarnya jumlah kasus dirumahkan tersebut dikhawatirkan menjadi aji mumpung bagi para pelaku usaha untuk tidak memenuhi kewajibannya kepada karyawan yang dirumahkan apalagi yang di-PHK.

“Saat ini kita sudah darurat PHK, apalagi dengan adanya surat edaran Menaker mengenai pembayaran kewajiban perusahaan kepada karyawan,” tuturnya.

Pihaknya mengimbau seluruh pelaku usaha untuk tetap membayar kewajiban kepada karyawannya yang di rumahkan atau di PHK. Demikian juga menggaji penuh dan membayar THR kepada karyawan yang dirumahkan.

“Kita tidak mau ada yang dirumahkan upahnya tidak dibayar penuh atau THR nya tidak dibayar penuh, kita menolak sikap itu,” ucapnya.(nan/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here