Karawang- Anggota DPRD Jawa Barat Sri Rahayu Agustina  menganggap Pemerintah Kabupaten Karawang tidak serius dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak, ini dibuktikan dengan kasus kekerasan anak dalam pengawasannya untuk dilakukan pemeriksaan forensik sulit dilakukan karena keterbatasan dokter khusus forensik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.

“Buktinya nyata tidak ada dokter forensik di rumah sakit milik daerah tersebut,” kata Sri Rahayu, Kamis (9/7).

Dewan Jabar dari Fraksi Golkar ini juga menegaskan pihaknya sedang menggodok Raperda perlindangungan anak dan perempuan, sementara dokter khusus spesialis visum masih kurang sehingga menjadi hambatan .

“Kita berjuang dalan perlindungan anak dan perempuan, sementara dilapangan sistem yang dibangun masih kurang,” tegasnya.

Sri menjelaskan, dirinya mengetahui tidak adanya dokter forensik di RSUD lantaran tengah mengurus satu kasus kekerasan terhadap anak yang membutuhkan pemeriksaan dokter forensik, namun sayangnya RSUD Karawang tidak bisa berbuat banyak lantaran tidak adanya dokter Forensik.

“Informasinya dokter sebelumnya  mengundurkan diri, sekarang masih tahap seleksi, tapi harusnya tidak lama,” terangnya.

Seharusnya hal-hal seperti ini bisa diproses dengan cepa t karena setiap kasus kekerasan yang mencul membutuhkan pemeriksaan cepat sebagai bukti adanya kasus kekerasan tersebut.

“Sekarang kasus yang saya tangani aja jadi terhambat, belum lagi mungkin kasus-kasus lain, mungkin terlihatnya ini tidak terlalu penting tapi saya rasa ini justru sangat menghambat,”ujar Sri.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here