TKW Asal Rengasdengklok Dikabarkan Mendapat Siksaan Majikan

0

Karawang- Tenga Kerja Indonesia (TKI) di Luar Negeri, terutama di Arab Saudi sering mendapat perlakuan kurang baik dari majikan mereka. Kali ini menimpa Mulyani (28) TKI asal Dusun Cikangkung barat II,Desa Rengasdengklok utara,Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, dikabarkan sering mendapat siksaan dari majikan hingha mengalami lebam dibagian lengan.

Garda Buruh Migran Indonesia (BMI) memaparkan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Karawang mengirinkan video mendapat perlakuan yang tidak baik dari majikannya di Arab Saudi. kasus penyiksaan yang dialami oleh majikan di Arab Saudi. Baik itu dipukul menggunakan benda tumpul, bahkan leher dicekik sabil didorong dan siksaan lainnya.

“Pengakuannya selalu mendapat perlakukan tidak baik oleh majikan hingga sering mendapat siksaan fisik,”kata Ahyar, Selasa (30/6).

Ia bahkan sering mendapat siksaan ,setelah anak majikan mengadu padahal apa yang diadukan anak majikan tidak pernah dilakukannya. Bukan hanya itu, ia sering mendapat perlakukan penyiksaan dengan baik dengan tangan maupun benda tumpul hingga mengalani lebam-lebam.

“Bukti penyiksaan masih terlihat hitam dibagian lengan akibat pukulan benda tumpul,” terangnya.

Tidak kuat dengan perlakuan kasar majikan,kata Ahyat, Mulyani sempat berusaha kabur menyelamatkan diri pada senin (30/6) namun sayang orang yang menolongnya justru membawa TKW tersebut ke Maktab Amal,padahal ia minta diantar ke terminal Sapco untuk seterusnya melanjutkan perjalanannya ke Riyadh.

“Saya sudah lapor kbri Riyadh,petugas KBRI  akan menjemput di terminal,tapi sayang orang yang menolong,bukannya membantu agar sampai tujuan,malah dibawa ke Magtab amal,Magtab amal telpone agency dan sekarang dibawa ke kantor dan pasti saya dikurung.”ujar Mulyani dalam video tersebut.

Akibat tindak kekerasan yang menimpa perempuan tersebut,
menyebabkan luka lebam di bagian tangan sebelah kanan.Diketahui Mulyati mengadu nasib sebagai PRT di Arab Saudi April 2019 lalu.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here