PMI di Saudi Arabia Terlantar, Hingga Sakit di Penampungan

0

BLITAR- Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Sukamto asal Blitar,Jawa Timur , saat ini bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia di Riyadh,Arab Saudi me galami sakit parah. Penyakit yang diderita Sukamto belum terdiagnosa secara medis karena rumah sakit di Riyad menolak saat akan berobat.

Menurut Garda BMI Saudi,Ahyar mengatakan Sukamto asal Lingkingan Bence 1,Blitar , Jatim ,mengalami sakir parah ,rekan-rekan korban mengevakuasi ke salah satu rumah sakit di Riyad untuk mendapat perawatab medis, namun pihak rumah sakit menolak pasien dengan alasan penuh.

“Sempat dibawa ke rumah sakit namun pihak rumah sakit menolak dengan alasan penuh,”kata Ahyar, Minggu (14/6) melalui pesan singkat.

Ahyar menerangkan akibat penolakan rumah sakit, akhirnya teman-teman PMI dengan rasa kecewa hanya bisa merawat di base camp exit 12 ,Saudi Arabia ,dengan perawatan seadanya.

“Sebetulnya sudah tiga kali dibawa berobat namun selalu mendapat penolakan,” terangnya.

Dari keterangan yang diterima,kata Ahyat, Sukamto merupakan PMI asal Blitar bekerja di Ibukota Riyadh,Arab Saudi, bekerja sebagai driver di agency Arco dan saat ini sudah habis kontrak namun pihak agency belum memulangkan ke Indonesia.

“Sukamto sebetulnya sudah habis kontrak namun belum dipulangkan pihak agency,” tuturnya.

Garda BMI ini, menambahakan sebetulnya masih ada sekitat 10 PMI yang sudah habis konttaknya dan saat ini masih tinggak di base camp PMI. Namun mereka terlantar di negara Arab Saudi setelah masa kontrak habis karena ditelantarkan pihak agency.

“Kami berharap Pemerintah Indonesia turun tangan untuk memulangkan para PMI yang terlantar,” pungkas Ahyar.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here