Pembayaran Tarif Listrik Membengkak , Pelanggan Mengeluh

KARAWANG- Pelanggan PLN mengeluhkan tagihan listrik mereka bulan ini membengkak dua kali lipat dari biasanya. Keluhan pelanggan PLN langsung mendatangi Kantor pelayanan PLN Karawang kota sambil membawa struk tagihan yang harus dibayarkan .

Salah satu warga Tanjungpura , Uyum (30) mengeluhkan soal membengkaknya biaya listrik yang harus dibayarkan pada bulan Juni ini, karana sebelum adanya pandemi Covid-19, setiap bulan hanya membayar Rp 350 ribu, dengan kapasitas R1 900, sementara pada bulan Juni ini harus membayar hampir 600 ribu .

“Saya mau meminta penjelasan terkait membengkaknya biaya listrik bulan ini,” kata Uyum, Senin (8/6).

Dia mengaku pemakaian setiap bulan sama atau tidak jauh berbeda, baik sebelum pandemi Corona maupun saat pemberlakuan PSBB, namun saat pembayaran bulan Juni biaya pembayaran listrik hampir dua kali lipat atau Rp580 ribu .Membengkaknya biaya listrik ini dari mana .

“Jelas kebertan dengan membengkaknya biaya listrik,”katanya.

Kepala Rayon PLN Karawang kota, Asep Jana menerangkan membengkaknya biaya listrik pelanggan bukan dari adanya kenaikan dasar listrik (TDL) tetapi itu akumulasi dari pemakaian selama pandemi Covid-19. karena selama selama dua bulan petugas tidak turun kelapangan untuk mencatat jumlah pemakaian selama pandemi Corona.

“Tarif dasar listrik tidak ada kenaikan , yang ada akumulasi pemakaian selama pemberlakukan PSBB,” kata Asep, di ruang kerjanya.

Asep menegaskan selama ini dua bulan antara April -Mei pihak petugas tidak turun ke rumah pelanggan dan PLN memberlakukan keringanan pembayaran listrik secara parsial dengan sistem ambil rata-rata pemakaian perbulan. Apalagu yang terjadi adanya jumlah pemakaian listrik yang meningkat selama pemberlakukan PSBB ,masyarakat banyak diam dirumah.

“Kebijakaan saat ini , PLN akan memberlakukan cicilan pembayaran kedepan apabila ada kelebihan pembayaran ,” pungkasnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here