Sri Rahayu Minta Disnaker Segera Koordinasi Kabar Meninggalnya Fadilah

0

KARAWANG- Anggota Komisi V  DPRD Jawa Barat, Sri Rahayu Agustina menegaskan kasus meninggalnya TKW asal Karawang, pihak sponsor maupun perusahaan PJTKI yang memberangkatkan harus bertanggung jawab untuk memberikan penjelasan penyebab meninggalnya TKW asal  Dusun Ciwaru RT 005/003 Desa Srikamulyan Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang.

“Selain Sponsor dan PJTKI yang harus beratnggungjawab, juga Dinas Tenaga Kerja setempat,” kata politikus Partai Golkar asal Karawang, Sri Rahayu

Selanjutnya, kata Sri Rahayu, Disnaker harus mencari tahu perusahaan PJTKI yang memberangkatkan pekerja migran tersebut  dan meminta keterangan resmi atas kasus meninggalnya sehingga keluarga tidak merasa ragu .

“Disnaker segera melacak  PJTKi dan meminta kejelasan kasus meinggalnya pekerja migran tersebut,” lanjutnya.

Karena menurut Sri Rahayu, Pekerja Migran yang bekerja di luar negeri harus mendapat perlindungan baik keselamatan maupun gaji  dari pemerintah . Disnaker Kabupaten Karawang  segera berkoordinasi dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) agar bisa secepatnya memulangkan jenazah Fadilah .

“Dinas terkait segera koordinasi agar pemerintah, KBRI maupun perusahaan yang menyalurkan pekerja migran tersebut bisa segera memulangkan jenazahnya,” kata Sri Rahayu.

Ibunda Tenaga Kerja Wanita (TKW) Fadilah Bandi Amir , Nursih (43) masih belum merasa yakin atas kabar meninggalnya anaknya yang bekerja di Damam, Saudi Arabia. Alasannya kabar yang diterima dari KJRI Jeddah karena tidak disertai bukti foto korban dan merasa yakin anak perempuannya masih hidup.

“Terus terang tidak merasa yakin anak saya meninggal karena belum lama sekitar akhir bulan Mei masih komunikasi,” kata Nursih, Minggu (7/5).

Lebih lanjut , Nursih menuturkan kalau kabar anaknya telah meninggal, apalagi dengan cara tragis akibat adanya dugaan kekerasan, Ia berharap jenazahnya  bisa dipulangkan ke kampung halaman  dan kasus akibat kematiannya diusut tuntas Pemerintah Indonesia  melalui BNP2TKI .

“Sebetulnya belum merasa yakin, tetapi kalaupun kabar tersebut benar adanya maka segera jenazahnya dipulangkan,”  tuturnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here