Sektor Desa Wisata Nyaris Tumbang Akibat Corona Covid-19, Pemkab Bekasi Belum Siapkan Solusi

0
174

Cikarang – Sektor Desa Wisata selama ini diandalkan sebagai sumber penggerak perekonomian warga desa salah satunya pengelola Wisata Kawung Tilu yang berada di Kampung Ciranggon, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Namun, pandemi corona COVID-19 mengubah semuanya dari segi perekonomian yang menjadi sumber pendapatan untuk memenuhi kehidupan masyarakat setempat.

Sejak adanya instruksi menjaga jarak sosial dan gaung beraktivitas di rumah saja, sektor Desa wisata menjadi lesu. Bahkan, kelesuan itu sudah dirasakan sebelum Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi mengumumkan ada pasien positif corona pada April 2020 lalu.

Tidak adanya stimulus yang disiapkan pemerintah daerah kabupaten bekasi untuk sektor desa wisata yang terdampak negatif corona COVID-19. Atraksi desa wisata di kabupaten bekasi banyak ditutup yang berarti tak ada pemasukan bagi mereka. Okupansi mayoritas Desa wisata juga turun drastis.

Salah satu contoh nyata, Wisata Kawung Tilu Bojong Rangkas memutuskan menutup tempat wisata dan merumahkan puluhan karyawannya selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di kabupaten bekasi. Lalu, apa yang dilakukan pemerintah daerah kabupaten bekasi, khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi untuk menyelamatkan sektor yang jadi andalan untuk warga desa setelah ditutup ?

Salah satu pengelola Desa Wisata Kawung Tilu Bojong Rangkas Dayat Riyana mengatakan Prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi yaitu mengatasi wabah dan dampak COVID-19. Sayangnya Pemkab Bekasi belum menyadari betul dampak COVID-19 bagi para pengelola Desa Wisata. Harusnya tidak hanya bicara mengenai kondisi wabah virus Covid-19, namun harus bisa juga memberikan solusi untuk Desa wisata yang berada di Kabupaten Bekasi,” kata Dayat Riyana (Boson) Pengelola Desa Wisata Kawung Tilu Bojong Rangkas

Sesuai surat edaran Bupati Bekasi yang dikeluarkan pada tanggal 20 Maret 2020, segala kegiatan di dalam dan di luar ruangan di semua sektor yang terkait pariwisata dan ekonomi kreatif ditunda sementara waktu demi mengurangi penyebaran corona. Disisi lain kebijakan tersebut semakin membuat terpuruk pelaku usaha Desa Wisata.

Sementinya Pemerintah juga mempersiapkan berbagai kebijakan dan langkah agar dapat mengurangi dampak wabah ini terhadap berbagai usaha, tentunya termasuk untuk sektor Desa wisata dan juga para pekerjanya. Kami menunggu pemerintah daerah kabupaten bekasi memberikan langkah-langkah konkrit terkait hal-hal di atas,” kata Dayat Riyana.( Cib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here