Management Kawasan Industri KIIC Memasang Panel Di Perbatasan Kawasan Hutan

0
101

 

Karawang – Pemasangan pagar panel oleh Management Kawasan Industri KIIC di kecam oleh masyarakat Jum’at 08 Mei 2020 Masyarakat hutan memprotes rencana pemagaran oleh management KIIC karena menutup akses masuk kawasan hutan tempat untuk bercocok tanam, masyrakat meminta untuk tidak menutup akses masuk ke kawasan hutan, terkait pemasangan pagar panel masyarakat tidak mempermasalahkan asalkan diberi masuk akses masuk ke kawasan hutan tempat dimana masyarakat bercocok tanam,- pungkas salah satu masyarakat.

Sebelumnya telah terjadi negoisasi dengan kontraktor yang melakukan pekerjaan pemasangan panel, yang kebetulan kontraktor tersebut merupakan pengusaha lokal bahkan seorang Ketua RW dalam negoisasi tsb, meminta masyarakat untuk tidak menolak penutupan masuk akses hutan, dikarenakan kalau tidak di tutup pekerjaannya tidak di bayar oleh KIIC.- Pungkasanya bahkan berjanji kepada masyarakat akan memohon kepada management KIIC untuk membuka panel minimal buat lewat masyarakat masuk hutan, karena saya selain sebagai pengusaha juga saya sebagai seorang Ketua RW yang berjanji akan mengusulkan kepada management KIIC agar masyarakat bisa masuk hutan minimal di buatkan pintu untuk bisa masuk.- imbuhnya akan tetapi masyarakat tetap menolak , kalau usulannya nanti ditolak bagaimana?.- salah satu masyarakat bicara,”kalau nanti sudah di tutup terus kami paksa buka, kami bisa di penjara karena pengrusakan”.-Pungkasnya.

hal senada di ungkapkan sekjen Paguyuban Pemuda Tani Karawang (PPTK) Asep Suryadi yang menyesalkan seharusnya kontraktor tidak langsung mau menerima pekerjaan pemasangan pagar panel yang dapat menimbulkan gesekan dengan masyarakat, apalagi seorang pengusaha lokal ditambah seorang ketua rw. seharusnya lebih mengerti keadaan masyarakat dan membela kepentingan masyarakat bukan sekedar projek untuk kepentingan pribadi semata, sementara masyarakat di korbankan.- Pungkasnya.

Sekjen DPP Ormas Banaspati angkat bicara soal pemasangan pagar panel oleh management KIIC ” kami ikut mengawal terkait permasalahan kawasan hutan ini, sangat disesalkan adanya pemagaran panel oleh KIIC yang memicu konflik dengan masyarakat”.- Imbuh Kang.Re sapaan akrabnya.- “Seharusnya Management KIIC sebelum melakukan Pemagaran membuat patok terlebih dahulu bersama unsur intansi pemerintah karena lokasi tanahnya berbatasan dengan kawasan huatan, sebagaimana di atur dalam Peraturan Menteri ATR No.10 Tahun 2016 tentang tata cara penetapan hak komunal atas tanah masyarakat hukum adat dan masyarakat yang berada dalam kawasan tertentu dalam pasal 5 dijelaskan sebelumnya harus memohon terlebih dahulu dan dijelaskan dalam pasal 6 Bupati harus membentuk Tim IP4T yang terdiri dari Kepala Kantor Pertanahan, Camat, Kepala Desa unsur pakar hukum pemohon, Dinas Kehutanan, Balai Pemantapan Kawasan Hutan, perwakilan masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat, yang selanjutnya di buatkan berita acaranya, langkah itu sudah di lakukan belum oleh KIIC ?? sudah dimiliki belum berita acara tapal batasnya?”Pungkasnya.-

Terkait Izin yang di miliki untuk Pemasang Pagar yaitu IMB di partanyakan juga oleh Sujadi Sekjen Gibas Cintai Damai Resort Karawang, yang mempertanyakan kepada management KIIC apakah sudah ada izin mendirikan bangunan IMB pagar panel tsb.?? kalau memang belum ada kami meminta kepada Satpol PP untu membongkar bangunan tsb.- “apakah harus menunggu kami unjuk rasa dulu ke kantor Pol PP agar Pol PP mau membongkar pagar panel tsb. .- Pungkasnya

Pihak management KIIC mendatangi masyarakat dan berbicara kepada masyarakat bahwasanya dalam pemasangan pagar panel tidak seluruhya jalan akses masuk hutan di tutup. dan setelah mendengarkan pemaparan dari magement KIIC ahirnya masyarakat membubarkan diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here