Kabupaten Bekasi – MasalahTerkait pandemi Covid-19 di Pemerintah Kabupaten Bekasi yang memberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dengan melakukan langkah – langkah percepatan penanganan Covid-19, salah satunya adalah bagi warga terdampak di Kabupaten Bekasi disiapkan bantuan sembako sebanyak 152.000 paket. Namun, pada kenyataannya paket bantuan sebanyak itu telah menimbulkan polemik ditengah masyarakat karena masih banyak warga yang belum mendapatkan bansos.

Divisi investigasi LSM SNIPER Ridi Januar (Ciber) mengatakan” Karut marutnya bantuan sosial tersebut diduga dinas sosial kabupaten bekasi tidak melakukan pemutakhiran dan validasi data penerima bansos. Padahal anggaran sebesar 240 miliar telah digelontorkan oleh pemkab bekasi untuk percepatan penanganan Covid-19″.

Ciber menerangkan “Untuk Warga Kabupaten Bekasi yang terdampak PSBB akan mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) melalui 6 pintu program bantuan”, yakni:
1. Bantuan Presiden (dikecualikan) karena yang mengelolanya Sekretariat Negara langsung.
2. Program Keluarag Harapan (PKH).
3. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
4. Bantuan Gubernur Jabar.
5. Bantuan Kabupaten Bekasi.
6. BLT Dana Desa.

“Bansos PKH dan BPNT adalah bantuan yang diberikan kepada warga kabupaten bekasi yang tercatat di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) “tambah Ciber.

Dijelaskan Ciber”Bantuan Gubernur adalah bantuan yang diberikan kepada warga kabupaten bekasi yang tercatat maupun tidak tercatat di PKH dan BPNT (DTKS atau Non DTKS)”.

“Bantuan Kabupaten Bekasi adalah bantuan yang diberikan kepada warga kabupaten bekasi yang tidak tercatat di PKH, BPNT dan bantuan Gubernur”.Dengan catatan: Dinas Sosial Kabupaten Bekasi memiliki data akurat (valid) DTKS maupun Non DTKS untuk program bantuan PKH, BPNT dan Gubernur”.

“BLT Desa adalah Bantuan Langsung Tunai yang diberikan kepada warga kabupaten bekasi yang tidak tercatat di PKH dan BPNT (Non DTKS)”.

“Sayangnya sampai dengan diberlakuannya PSBB, pihak dinas sosial kabupaten bekasi ditenggarai tidak memiliki data akurat (valid) untuk data PKH dan BPNT. Bahkan terkesan menutup – nutupinya”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here